
UPdates—Seorang penggemar berat K-pop sekaligus influencer nekat mengakhiri hidupnya saat melakukan siaran langsung di TikTok setelah menerima perundungan daring dari penggemar lain.
You may also like :
1.500 Bikers Kawal Remaja yang Dibully ke Pesta Perpisahan Sekolahnya: Saya tak Merasa Sendiri Lagi
Mina Chan, yang diperkirakan berusia 26 tahun, ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Distrik Yongsan, Seoul, pada Rabu pagi, 5 Agustus, pukul 05.33.
You might be interested :
Prabowo ke Siswa Sekolah Rakyat: Jangankan Kamu, Presiden pun Sering Diejek
Polisi dihubungi setelah teman-temannya merasa khawatir bahwa ia akan melukai diri sendiri saat siaran langsung yang ditonton oleh 80.000 pengikut TikTok-nya.
Saudara perempuannya kemudian mengonfirmasi kabar duka tersebut melalui Instagram dalam sebuah pernyataan yang penuh emosi, menyebut kehilangan itu sebagai hal yang sangat memilukan.
"Kakak perempuan saya tercinta, yang selalu bersikap baik dan hangat kepada siapa pun yang ditemuinya, telah meninggal dunia," tulisnya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Metro, Rabu, 12 Agustus 2026.
Mina, yang berasal dari Jepang, dikenal luas sebagai influencer di kalangan penggemar grup K-pop Enhypen dan kerap hadir dalam berbagai pertunjukan serta acara penggemar.
Ia menjadi sasaran kecaman setelah dikabarkan mencoba memberikan bunga kepada salah satu anggota grup, Ni-ki (20 tahun), saat konser di Amerika Serikat pada bulan Juli.
Karena tidak bisa menjangkau Ni-ki, ia mencoba menyerahkan bunga tersebut kepada anggota lain, Sunoo (23 tahun), dan memintanya untuk meneruskan bunga itu kepada Ni-ki—sebuah momen yang dengan cepat menjadi viral.
Sebagian orang menudingnya 'membentak' sang penyanyi, sementara yang lain menyebut ia tampak kesal dan beralih memainkan ponselnya setelah upaya pemberian hadiah itu gagal.
Belakangan, Ni-ki—yang bernama asli Nishimura Riki—mengungkapkan dalam siaran langsung bahwa ia kecewa terhadap penonton konser yang 'hanya menginginkan perhatian' bagi diri mereka sendiri, meskipun ia tidak menyebut nama Mina secara spesifik.
"Ke mana pun kami pergi, selalu ada segelintir orang yang sangat ingin kami memperhatikan mereka," ujarnya.
Mina sempat menyampaikan permintaan maaf dan menjelaskan bahwa ia sebenarnya juga membawa bunga untuk Sunoo, serta sempat berfoto bersama kedua penyanyi tersebut setelah pertunjukan usai.
"Saya sungguh menyesal. Saya merasa sangat bersalah kepada Sunoo dan seluruh penggemar Sunoo," tulis Mina di platform X.
Ia menjelaskan bahwa karena sering menghadiri acara tanda tangan penggemar (fansign) Enhypen, dirinya sempat terlena dan mengira hubungannya dengan para anggota lebih dekat daripada kenyataannya.
"Saya sangat menyesali perilaku kasar yang saya tunjukkan saat berada di Amerika," ujarnya.
Influencer tersebut diduga menjadi sasaran hujatan hebat di dunia maya, yang berujung pada penutupan akun penggemarnya pada tanggal 1 Agustus.
Meskipun situs penggemar resmi Ni-ki membantah bahwa komentarnya ditujukan kepada satu orang tertentu, belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan olehnya maupun pihak Enhypen.
Kepolisian Korea Selatan belum memberikan pernyataan mengenai penyebab kematiannya, namun surat kabar The Sun melaporkan bahwa penyelidikan sedang berlangsung.
Tidak diketahui apakah gelombang kecaman tersebut berkaitan dengan dugaan bunuh diri yang dilakukannya.
Pencemaran nama baik secara daring dan penghinaan di depan umum merupakan tindak pidana di Korea Selatan, yang dapat berujung pada hukuman penjara serta denda yang besar.
Beberapa hari setelah kematian tersebut, Enhypen kembali tampil di panggung di Busan pada hari Sabtu, 8 Agustus, dalam rangkaian tur dunia Blood Saga mereka.
"ENGENE [nama basis penggemar] dan kami benar-benar memiliki perasaan yang sama, jadi mari kita ciptakan lebih banyak kenangan tak terlupakan bersama-sama," kata Ni-ki kepada para penggemar.
Berbagai ungkapan duka terus disampaikan untuk Chan, namun Enhypen dan Ni-ki belum memberikan komentar secara terbuka mengenai kematian influencer tersebut.