
UPdates – Demonstrasi yang awalnya memprotes krisis ekonomi namun kini telah berubah menjadi tuntutan untuk mengganti rezim, mengguncang Iran sejak Minggu, 28 Desember 2025.
You may also like :
AS Akui Gagal Hancurkan Situs Nuklir Iran, Wali Kota Tel Aviv: Kami Rusak Parah
Disadur Keidenesia.TV dari Iran International, Jumat, 2 Januari 2025, ini pertama kalinya dalam lima dekade slogan pro-monarki bergema dan mendominasi demo di Iran.
Demonstrasi dilaporkan terjadi di puluhan lokasi, mulai dari Teheran dan Isfahan hingga Lorestan, Mazandaran, Khuzestan, Hamadan, dan Fars, dengan para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan yang secara langsung menargetkan sistem pemerintahan dan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
Di Qom, benteng utama ulama Syiah dan Republik Islam, para demonstran meneriakkan slogan-slogan pro-monarki. Aksi ini menandai sebuah pelanggaran simbolis besar di kota yang sejak lama dianggap tak tersentuh secara politik.
Demonstrasi kian parah menyusul tujuh orang dilaporkan tewas saat aksi. Iran International melaporkan tiga pedemo tewas dalam unjuk rasa di Kota Azna. Sementara empat orang lainnya juga dilaporkan tewas dalam bentrokan di wilayah lain.
Demonstrasi yang mengguncang Iran dipicu melemahkan perekonomian negara itu. Pada Minggu lalu, nilai tukar rial terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mencapai level terendah sepanjang masa, yakni 1,42 juta per dolar.
Warga Iran mengeluh karena tak sanggup lagi bersaing di pasaran, sementara mereka menilai pemerintah tak acuh dengan masalah tersebut.