
UPdates—Iran telah meluncurkan rudal baru untuk pertama kalinya – dan targetnya dilaporkan adalah kapal-kapal perang AS.
You may also like :
Teluk Kacau Balau, AS Serang 5 Kapal Tanker Minyak Iran, Teheran “Mengamuk”
Dalam peristiwa yang dapat dipandang sebagai eskalasi berbahaya dari konflik Trump melawan negara Teluk tersebut, New York Post melaporkan bahwa rudal elektro-optik itu diluncurkan ke arah kapal perang Amerika yang ditempatkan di kawasan tersebut.
You might be interested :
Rudal Iran Hantam Kapal Induk dan Kapal Perusak AS, IRGC: Rusak dan Mundur dari Area Pertempuran
Laporan itu menggambarkan bagaimana Garda Revolusi Islam meluncurkan gelombang serangan terhadap situs militer AS di Yordania dan kapal Angkatan Laut AS di Selat Hormuz.
The Daily Telegraph menyatakan bahwa serangan itu menggunakan teknologi pencari (seeker) elektro-optik milik negara tersebut—yang dirancang dengan sensor dan kamera untuk melacak serta menghancurkan target dengan akurasi tinggi.
Eskalasi baru ini dipahami sebagai tanggapan atas serangan AS terhadap lima kapal tanker minyak yang berada di lepas pantai dekat pusat minyak Pulau Kharg yang sangat berharga, di Selat Hormuz yang memiliki nilai strategis penting.
"Sebagai tanggapan atas tindakan agresif AS terhadap kapal tanker minyak Iran, angkatan bersenjata—sesuai dengan hak dasar mereka untuk membela diri secara sah—menyerang pangkalan dan fasilitas militer AS yang berlokasi di Yordania (yang terus mendukung serangan militer AS terhadap Iran) serta beberapa kapal AS," demikian pernyataan pejabat Iran sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Lad Bible, Kamis, 10 September 2026.
Mereka melontarkan klaim berani mengenai kecanggihan sistem rudal baru "Qassem Bassir"—menyebutkan bahwa rudal ini tidak dapat dideteksi oleh GPS dan hampir mustahil untuk diganggu (jamming) dengan metode konvensional.
Dengan jangkauan 1.200 kilometer dan hulu ledak seberat 500 kg (setengah ton), rudal-rudal ini berbahaya tidak hanya bagi kapal perang yang beroperasi di kawasan tersebut, tetapi juga bagi pusat-pusat populasi.
Kota-kota besar yang berada dalam jangkauan rudal ini meliputi Tel Aviv, Riyadh, Doha, Kuwait City, dan jalur pelayaran vital Selat Hormuz, serta Terusan Suez, yang menangani hingga 15 persen dari seluruh lalu lintas pelayaran maritim dunia.
Terlepas dari retorika Iran, militer AS belum secara resmi mengonfirmasi bahwa rudal-rudal yang ditembakkan dalam serangan terbaru ini memang merupakan rancangan Qassem Bassir.
Tapi Komando Pusat AS (US Central Command) mengonfirmasi bahwa roket-roket Iran tersebut berhasil dicegat sebelum mencapai targetnya.
Menurut para analis pertahanan, jika rudal-rudal tersebut faktanya berhasil dicegat—sebagaimana dinyatakan militer AS—maka klaim tersebut perlu disikapi dengan hati-hati.
Sekretaris baru Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menyebut rudal baru tersebut sebagai roket "anti-kapal perusak khusus" yang akan menjadi bagian penting dari strategi pertahanan Iran dalam menghadapi Amerika.