
UPdates - Sebanyak 12 tentara Amerika Serikat (AS) dilaporkan terluka, dua di antaranya dalam kondisi kritis, akibat serangan rudal Iran di Pangkalan Udara Pangeran Sultan, Arab Saudi, pada hari Jumat, 27 Maret 2026 waktu setempat.
You may also like :
AS Evakuasi Pasukan dari Qatar dan Bahrain, Warga Israel Siapkan Koper Antisipasi Serangan ke Iran
Disadur Keidenesia.TV dari laman militarytimes, Sabtu, 28 Maret 2026, para tentara AS tersebut semuanya dilaporkan berada di dalam gedung instalasi pada saat serangan terjadi.
You might be interested :
Analis dan Mantan Intelijen Israel: Iran tidak akan Menyerah dalam Sejuta Tahun Kalau Hanya Serangan Udara
Serangan pada hari Jumat tersebut dilaporkan juga merusak beberapa pesawat pengisian bahan bakar AS.
Sebelumnya, Pentagon pada hari Rabu lalu mengkonfirmasi bahwa unsur-unsur dari markas Divisi Lintas Udara ke-82 dan sebuah tim tempur brigade dijadwalkan untuk dikerahkan ke Timur Tengah.
Resimen ke-82, yang bermarkas di Fort Bragg, Carolina Utara, bertindak sebagai pasukan respons cepat Angkatan Darat dan seringkali menjadi salah satu unit pertama yang dikirim untuk menanggapi krisis yang muncul.
Marinir dan pelaut AS dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31, yang mencakup hingga 5.000 personel dan beberapa kapal perang, dilaporkan juga menuju Timur Tengah setelah Menteri Pertahanan Pete Hegseth menyetujui permintaan dari CENTCOM untuk membantu mengurangi serangan regional Iran.
Unit Ekspedisi Marinir ke-11, bagian dari Grup Kesiapan Amfibi Boxer, juga dikabarkan akan bertindak sebagai bala bantuan potensial.
13 anggota militer AS tewas dalam pertempuran dan hampir 300 lainnya terluka selama Operasi Epic Fury, sebuah operasi gabungan militer AS dan Israel melawan Iran yang dimulai pada 28 Februari lalu.
Menurut Komando Pusat AS, sebagian besar korban luka telah kembali bertugas. Sebelum serangan hari Jumat, 10 tentara AS masih dalam kondisi serius.