
UPdates—Iran mengubak taktik dan beralih ke senjata baru. Mereka menggunakan rudal kluster dalam serangan terhadap Tel Aviv, Israel, yang menyebabkan kerusakan besar.
You may also like :
Sebut Dirinya akan Kalah di Pilpres Amerika, Trump Gugat Surat Kabar dan Tim Survei
Iran menggunakan rudal kluster selama pemboman terbarunya terhadap Tel Aviv sebagai bagian dari gempuran baru yang menargetkan Israel tengah, sebuah laporan mengatakan pada Kamis malam waktu setempat.
You might be interested :
Maskapai Eropa Setop Terbang ke Timur Tengah, Perang Besar akan Terjadi?
Rudal kluster (amunisi tandan) Iran menimbulkan bahaya ekstrem karena kemampuannya menyebar ratusan sub-munisi (bom kecil) di area luas, memaksimalkan kerusakan terhadap infrastruktur dan korban sipil.
Penggunaan senjata ini, terutama di wilayah berpenduduk, meningkatkan risiko jangka panjang dari bom yang gagal meledak (dud) dan menyulitkan sistem pertahanan udara.
Saluran 12 Israel mengatakan beberapa pecahan dari rudal tersebut jatuh di seluruh kota dan daerah sekitarnya.
Stasiun televisi tersebut juga melaporkan kebakaran besar dan kerusakan material besar yang disebabkan oleh serangan rudal Iran.
Kebakaran dan kerusakan signifikan tercatat di setidaknya tiga lokasi di dalam dan sekitar Tel Aviv, saksi mata mengatakan kepada Anadolu sebagaimana dilansir Keidenesia.tv, Jumat, 6 Maret 2026.
Iran telah meluncurkan rudal dan drone ke arah Israel dan negara-negara Teluk yang menjadi tempat aset militer AS sejak 28 Februari.
Beberapa serangan tersebut telah menyebabkan korban jiwa dan kerusakan pada lokasi sipil, termasuk pelabuhan dan bangunan tempat tinggal.
Teheran mengatakan serangan itu dilakukan sebagai tanggapan terhadap kampanye militer AS-Israel terhadap Iran yang telah menewaskan ratusan orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan para pejabat militer tinggi.