
UPdates—Penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dari pangkalan di negara-negara Teluk Persia adalah satu-satunya cara untuk memperbaiki situasi di Timur Tengah.
You may also like :
Skandal Seks Mantan Calon Jaksa Agung Pilihan Trump Dibongkar Komite Etika DPR AS
Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Laksamana Muda Ali Reza Tangsiri menegaskan hal tersebut di media sosial.
You might be interested :
97 Warga Indonesia Dievakuasi dari Iran, 289 Pilih Bertahan
Tangsiri mengingatkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, Iran telah berulang kali memperingatkan para pemimpin monarki Teluk Persia tentang kebijakan munafik AS dan negara-negara Barat.
Amerika dan Eropa kata dia tidak membawa keamanan ke kawasan tersebut, tetapi hanya mengeksploitasi negara-negara Teluk Persia untuk kepentingan mereka sendiri.
“Oleh karena itu, satu-satunya cara untuk memperbaiki situasi di Timur Tengah adalah persatuan negara-negara Islam dan penarikan pasukan AS dari kawasan tersebut,” kata perwira senior IRGC tersebut sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari News.am, Senin, 16 Maret 2026.
Sementara itu, Iran memperingatkan negara-negara lain agar tidak terlibat dalam perangnya dengan Amerika Serikat dan Israel, setelah Presiden AS Donald Trump mendesak kekuatan dunia untuk mengawal kapal tanker minyak melalui jalur sempit Selat Hormuz di Teluk Persia.
Iran juga mengirimkan pesan tegas kepada negara-negara tetangga Arabnya, dengan mengatakan bahwa Republik Islam memiliki apa yang disebut menteri luar negerinya sebagai "bukti yang cukup" bahwa pangkalan AS di wilayah mereka digunakan untuk melancarkan serangan.
"Perang ini akan berakhir ketika kita yakin bahwa hal itu tidak akan terulang dan ganti rugi akan dibayarkan," kata menteri luar negeri Iran Abbas Araghchi kepada platform berita berbahasa Arab Al-Araby Al-Jadeed.