
UPdates—Segera setelah mengkonfirmasi kematian kepala keamanan Ali Larijani, Iran menegaskan bahwa sistem dan struktur politiknya kuat dan tidak akan terguncang oleh kematian para pejabat.
You may also like :
Anak Pesan 70.000 Permen Lewat Online, Ibu Panik harus Bayar Rp69 Juta
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi dalam sebuah wawancara mengatakan bahwa kematian pejabat tinggi tidak akan menjadi kemunduran bagi pemerintah Iran.
You might be interested :
Iran Siap Perang 6 Bulan dan akan Mulai Gunakan Senjata Canggih
Pernyataannya adalah pernyataan pertama dari pejabat pemerintah Iran setelah Dewan Keamanan Nasional Tertinggi negara itu mengkonfirmasi kematian Larijani.
Berbicara kepada Al Jazeera dalam sebuah wawancara, Araghchi mengatakan bahwa Iran memiliki struktur politik yang kuat dengan lembaga politik, ekonomi, dan sosial yang mapan sehingga kematian tokoh mereka tidak akan berdampak terlalu besar.
“Saya tidak tahu mengapa Amerika dan Israel masih belum memahami poin ini: Republik Islam Iran memiliki struktur politik yang kuat dengan lembaga politik, ekonomi, dan sosial yang mapan. Kehadiran atau ketidakhadiran satu individu tidak memengaruhi struktur ini,” tegasnya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari WION, Rabu, 18 Maret 2026.
“Tentu saja, individu berpengaruh, dan setiap orang memainkan perannya – beberapa lebih baik, beberapa lebih buruk, beberapa kurang – tetapi yang penting adalah sistem politik di Iran merupakan struktur yang sangat kokoh,” lanjutnya.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan bahwa rudal-rudalnya berhasil menghantam lebih dari 100 target militer dan keamanan di jantung Israel sebagai tanggapan atas pembunuhan Larijani dan para pengikutnya.
IRGC mengatakan bahwa situs-situs tersebut dihantam karena runtuhnya sistem pertahanan berlapis dan sangat canggih Israel.
IRGC mengatakan telah mengerahkan rudal Khorramshahr 4, Qadr, Emad, dan Khybershakan dalam serangan "balas dendam" tersebut.
Dalam pernyataan resmi atas meninggalnya Larijani, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi menyebut Ali Larijani adalah syuhada yang berjuang seumur hidupnya untuk Republik Islam.
"Setelah perjuangan seumur hidup untuk kemajuan Iran dan Revolusi Islam, ia akhirnya mencapai aspirasi lamanya, menjawab panggilan ilahi, dan dengan terhormat meraih rahmat kemartiran di medan pengabdian," kata Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.