
UPdates—Setidaknya 19 warga Palestina tewas pada Sabtu dini hari waktu setempat dalam serangkaian serangan udara Israel yang menargetkan berbagai wilayah di Jalur Gaza.
You may also like :
Pesan Video Sandera AS di Gaza ke Trump: Saya tak Mau Mati, jangan Ulang Kesalahan Biden
Sumber medis kepada Anadolu menyebut lima warga Palestina, tiga anak dan dua perempuan, tewas, dan beberapa lainnya terluka dalam serangan udara Israel yang menghantam sebuah apartemen tempat tinggal di lingkungan Rimal di barat Kota Gaza.
You might be interested :
Berterima Kasih ke Hamas, Sandera Israel: Saya Sangat Marah pada Pemerintah Israel
Sementara menurut paramedis di Rumah Sakit Nasser, tujuh warga Palestina, seorang pria, tiga putranya, dan tiga cucunya yang masih kecil, tewas dalam serangan udara Israel lainnya yang menargetkan sebuah tenda yang menampung pengungsi di daerah Asdaa di barat laut Khan Younis di Gaza selatan.
Beberapa warga Palestina menurut saksi mata juga terluka dalam serangan Israel yang menargetkan sebuah apartemen tempat tinggal di lingkungan al-Tuffah di timur Kota Gaza.
Pesawat tempur Israel juga melakukan serangan udara di Jalan al-Jalaa di barat laut Kota Gaza, serta dua serangan di sebelah timur kamp pengungsi Bureij di Gaza tengah, tanpa ada korban jiwa yang dilaporkan.
Dalam serangan terpisah, Kementerian Dalam Negeri Gaza mengatakan dalam pernyataan singkat bahwa pesawat tempur Israel menargetkan kantor polisi Sheikh Radwan di sebelah barat Kota Gaza, mengakibatkan tewasnya dan cedera sejumlah petugas dan personel polisi.
Sebuah sumber medis mengatakan kepada Anadolu bahwa tujuh warga Palestina tewas dalam serangan Israel yang menargetkan kantor polisi Sheikh Radwan di sebelah barat Kota Gaza.
Saksi mata mengatakan kepada Anadolu bahwa operasi pencarian masih berlangsung untuk sejumlah orang hilang yang diyakini terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang menjadi sasaran.
Sebuah sumber medis juga mengatakan bahwa beberapa warga Palestina terluka dalam serangan Israel yang menargetkan kerumunan warga sipil di lingkungan al-Nasr di sebelah barat Kota Gaza.
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Sabtu, 31 Januari 2026, sejak gencatan senjata berlaku pada awal Oktober, serangan brutal Israel telah menewaskan 524 warga Palestina dan melukai 1.360 lainnya.
Kantor media Gaza pada hari Sabtu menyebut Israel total telah melakukan 1.450 pelanggaran selama gencatan senjata ini.
Dalam perkembangan terkait, kantor media mengatakan tentara telah menangkap 50 warga Palestina sejak perjanjian tersebut berlaku, menahan mereka dari daerah yang jauh dari "garis kuning" yang dikuasai Israel dan dari dalam lingkungan perumahan.
Mengenai protokol kemanusiaan, kantor tersebut mengatakan Israel telah mengizinkan masuknya 28.927 truk bantuan, komersial, dan bahan bakar dari total 66.600 truk yang diatur dalam perjanjian tersebut, yang mencerminkan tingkat kepatuhan sebesar 43%.
Kesepakatan itu mengakhiri perang Israel selama dua tahun yang menewaskan lebih dari 71.600 warga Palestina dan melukai 171.300 lainnya.
Serangan itu telah menghancurkan sekitar 90% infrastruktur sipil di Gaza, dengan perkiraan PBB menempatkan biaya rekonstruksi sekitar 70 miliar dolar AS.
