
UPdates—Tiga gelombang serangan rudal dari Iran, Lebanon, dan Yaman dalam waktu kurang dari dua jam membuat sirene berbunyi di Yerusalem, Tel Aviv dan daerah sekitarnya, serta wilayah Laut Mati pada Kamis malam waktu setempat.
You may also like :
Amerika Beri Israel Waktu 1 Minggu Akhiri Perang, Terlalu Remehkan Iran dan Dampak Perang
Radio Angkatan Darat Israel melaporkan bahwa pecahan rudal jatuh di daerah sekitar Tel Aviv setelah serangan Iran, tetapi tidak memberikan rincian langsung tentang kerusakan atau korban jiwa.
You might be interested :
Amerika Bombardir Yaman, 31 Tewas dan 101 Terluka, Houthi Janji Membalas
Kelompok Houthi, Yaman dalam perkembangan terkait mengatakan telah melakukan serangan militer keempatnya terhadap Israel sejak bergabung dalam konfrontasi regional yang meningkat.
Sementara itu, Hizbullah dari Lebanon mengumumkan telah melancarkan 55 serangan yang menargetkan pemukiman, pasukan, kendaraan, dan situs militer Israel.
Media Israel melaporkan bahwa enam orang, termasuk dua tentara, terluka dalam serangan rudal di wilayah utara, bersamaan dengan bentrokan bersenjata yang dilakukan oleh Hizbullah di Lebanon selatan.
Menurut Yedioth Ahronoth, sebuah rudal Iran langsung menghantam kota Petah Tikva, menyebabkan kerusakan signifikan pada bangunan dan infrastruktur.
Surat kabar tersebut sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari MEMO, Jumat, 3 April 2026 tidak melaporkan adanya korban jiwa akibat serangan tersebut.
Israel telah memberlakukan sensor ketat terhadap informasi terkait kerugian akibat rudal Iran, termasuk jumlah rudal yang mendarat dan lokasinya.
Dalam sebuah pernyataan, juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan bahwa pasukan mereka melakukan operasi militer menggunakan salvo rudal balistik yang menargetkan situs-situs Israel yang vital di wilayah Jaffa (Tel Aviv) yang diduduki.
Ia menambahkan bahwa operasi tersebut dilakukan dalam koordinasi dengan Iran dan Hizbullah di Lebanon, dan berhasil mencapai tujuannya.