
UPdates—Tentara Israel mulai menggunakan amunisi yang tidak presisi yang disimpan selama sekitar setengah abad untuk menyerang pangkalan militer di Iran.
You may also like :
Donald Trump Deklarasi Kemenangan, Presiden Prancis, PM Inggris, dan Israel sudah Beri Selamat
Itu diungkap lembaga penyiaran publik Israel pada hari Minggu waktu setempat sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Senin, 23 Maret 2026.
You might be interested :
Diincar AS-Israel, Pasukan Elite Berpakaian Hitam Kawal Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei
Menurut KAN, pergeseran menggunakan amunisi tua ini didorong oleh keinginan untuk mengurangi biaya dan membebaskan ruang penyimpanan.
Kementerian Pertahanan Israel tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Laporan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran atas kerugian finansial dan material dari kampanye militer tersebut.
Pengeluaran militer Israel dalam 20 hari pertama perang mencapai sekitar $6,4 miliar (Rp108,7 triliun), menurut surat kabar Israel Haaretz, dengan pengeluaran harian rata-rata sekitar $320 juta (Rp5,4 triliun).
Pemerintah Israel secara terpisah mengalokasikan $825 juta Rp14 triliun) untuk membeli perlengkapan keamanan mendesak di tengah laporan tentang meningkatnya defisit rudal pencegat.
Angkatan darat juga dilaporkan sedang bersiap untuk meminta pendanaan tambahan di luar total anggaran $12,5 miliar (Rp212 triliun) yang dialokasikan untuk perang tersebut.
Serangan AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari dan dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.