
UPdates - Serangan Israel kembali menghantam Gaza pada hari Rabu, 4 Februari 2026 waktu setempat dan menewaskan sedikitnya 24 warga Palestina, termasuk dua bayi, menurut pejabat kesehatan di wilayah tersebut.
You may also like :
Tanda-tanda Perang Berlanjut di Gaza
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan, setidaknya 38 warga Palestina terluka akibat serangan pada hari Rabu kemarin. Serangan mematikan Israel telah berulang kali mengganggu gencatan senjata sejak diberlakukan pada 10 Oktober 2025 lalu.
You might be interested :
Israel Bombardir Gaza, 19 Tewas, Pelanggaran Gencatan Senjata ke-1.450
Meningkatnya jumlah korban Palestina telah membuat banyak orang di Gaza mengatakan bahwa perang terasa terus berlanjut tanpa henti.
Menurut pejabat rumah sakit, di antara warga Palestina yang tewas pada hari Rabu terdapat setidaknya lima anak, tujuh wanita, dan seorang paramedis yang sedang bertugas.
“Di mana gencatan senjata? Di mana para mediator?” kata Dr. Mohamed Abu Selmiya, direktur Rumah Sakit Shifa di Kota Gaza, dalam sebuah unggahan di Facebook yang disadur Keidenesia.TV dari APNews, Kamis, 5 Februari 2026.
Gencatan senjata tersebut berupaya menghentikan perang yang telah berlangsung lebih dari 2 tahun, yang dimulai dengan serangan mematikan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.
Meskipun pertempuran terberat telah mereda, hal itu diwarnai oleh berulang kali terjadinya peningkatan kekerasan.
Menurut pejabat kesehatan Gaza, total 556 warga Palestina, setengahnya adalah perempuan dan anak-anak, telah tewas di tangan Israel sejak gencatan senjata diberlakukan. Sementara Militer Israel mengatakan empat tentaranya telah tewas sejak gencatan senjata dimulai.
Israel menyatakan bahwa serangannya merupakan tanggapan terhadap pelanggaran gencatan senjata Hamas atau serangan militan terhadap tentaranya.
Delapan negara Arab dan Muslim, termasuk mediator Mesir dan Qatar, baru-baru ini mengutuk apa yang mereka sebut sebagai "pelanggaran berulang" Israel terhadap kesepakat tersebut.
