
UPdates—Sembilan warga Palestina tewas dan lainnya terluka pada hari Minggu dalam serangan udara Israel yang menargetkan tenda pengungsi dan warga sipil di Jalur Gaza utara dan selatan dalam pelanggaran baru terhadap perjanjian gencatan senjata.
You may also like :
Prabowo Siap "Berkawan" Israel, Syaratnya Palestina Merdeka
Sumber medis kepada Anadolu mengatakan, lima warga Palestina tewas dan lainnya terluka dalam serangan udara Israel yang menghantam sekelompok warga sipil di barat daya Khan Younis, di Jalur Gaza selatan.
You might be interested :
Trump: Israel-Hamas Setuju Gencatan Senjata Tahap Pertama
Di utara, empat warga Palestina tewas dan beberapa lainnya luka-luka ketika serangan pesawat tak berawak Israel menargetkan sebuah tenda yang menampung pengungsi di daerah Al-Faluja, sebelah barat kota Jabalia, menurut paramedis dan saksi mata.
Secara terpisah, tentara Israel melakukan penghancuran besar-besaran terhadap rumah-rumah warga Palestina di timur laut kamp pengungsi Jabalia, disertai dengan penembakan artileri berat dan tembakan dari kendaraan militer Israel di daerah tersebut.
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Minggu, 15 Februari 2026, serangan-serangan tersebut terjadi setelah tentara Israel mengklaim pada hari Sabtu bahwa mereka telah mendeteksi pejuang yang muncul di dekat pasukan mereka di Jalur Gaza utara.
Perjanjian gencatan senjata pada 10 Oktober 2025 mengakhiri perang dua tahun Israel yang dimulai pada 8 Oktober 2023.
Otoritas Palestina mengatakan konflik tersebut telah menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina, melukai lebih dari 171.000 lainnya, dan menyebabkan kerusakan luas yang memengaruhi 90% infrastruktur sipil.
PBB memperkirakan biaya rekonstruksi sekitar $70 miliar.
Kementerian Kesehatan Gaza menyebut setidaknya 591 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 1.578 lainnya terluka dalam serangan Israel sejak gencatan senjata.