
UPdates - Meski gencatan senjata telah berlaku sejak Oktober 2025 lalu, namun Israel dilaporkan menolak atau menghambat hampir separuh misi bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza.
You may also like :
AS Veto Resolusi Gencatan Senjata, Israel Kembali Bantai 70 Warga Gaza dan Lukai 189 Orang
Disadur Keidenesia.TV dari Anadolu, Rabu, 18 Februari 2026, juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Stephane Dujarric menyebut hambatan ini sebagai kendala signifikan yang terus dihadapi operasi kemanusiaan.
You might be interested :
Rumah sakit Terakhir di Gaza Utara Dipaksa Berhenti Beroperasi, Pasien Dievakuasi
Menurutnya, pengiriman bantuan kemanusiaan dari Yordania dibatasi pada rute yang memerlukan beberapa titik bongkar-muat ulang.
Sementara itu, pengiriman bantuan dari Mesir menghadapi tingkat pengembalian tinggi. Pada periode 4 hingga 10 Februari, kurang dari 60 persen kiriman dari Mesir berhasil dibongkar di titik penyeberangan tersebut.
Pergerakan bantuan yang membutuhkan koordinasi dengan otoritas Israel juga menghadapi hambatan. Dari hampir 50 pergerakan yang terkoordinasi dalam periode antara 6 hingga 11 Februari, hanya separuh yang terlaksana sepenuhnya.
Lima pergerakan ditolak sepenuhnya, sebelas disetujui namun mengalami penundaan signifikan, dan dua hanya terlaksana sebagian. Bahkan pada hari terakhir, terjadi dua penolakan tambahan.
PBB menekankan bahwa hambatan pergerakan bantuan akan memperlambat distribusi kebutuhan penting, sementara warga Gaza hidup dalam kondisi yang sangat sulit.
PBB mendesak Israel untuk memberikan akses lebih luas demi mempercepat operasi kemanusiaan dan membantu pemulihan wilayah.