
UPdates—Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina mengundurkan diri, Kamis, 2 April 2026. Ia melepaskan jabatannya menyusul kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2026.
You may also like :
Lukisan Malaikat Terlalu Mirip Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, Terpaksa Dihapus
Pengunduran diri itu disampaikan Gravina dalam sebuah pertemuan yang diadakan di markas FIGC di Roma yang dihadiri para presiden dari berbagai cabang federasi, Kamis hari ini.
You might be interested :
Jarang Main di Liverpool, Chiesa Dicoret dari Skuad Italia untuk Playoff Piala Dunia
“Pada awal pertemuan, Gravina memberitahukan kepada perwakilan kepala Serie A, Ezio Maria Simonelli; Serie B, Paolo Bedin; Lega Pro, Matteo Marani; Liga Amatir Nasional, Giancarlo Abete; Asosiasi Pemain Sepak Bola Italia, Umberto Calcagno; dan Asosiasi Pelatih Sepak Bola Italia, Renzo Ulivieri, bahwa ia telah mengundurkan diri dari jabatannya yang telah dipegangnya sejak Februari 2025 dan telah menyerukan Sidang Pemilihan Luar Biasa FIGC pada 22 Juni di Roma,” demikian dilansir Keidenesia.tv dari website resmi FIGC, Kamis, 2 April 2026.
Tanggal 22 Juni tersebut telah ditetapkan sepenuhnya sesuai dengan statuta federasi dan akan memastikan bahwa tata kelola baru dapat menyelesaikan prosedur pendaftaran untuk kejuaraan profesional yang akan datang.
“Selama pertemuan tersebut, Gravina juga berterima kasih kepada badan-badan federasi atas dukungan yang telah mereka tunjukkan secara publik dan pribadi,” lanjut pernyataan itu.
Gravina memberi tahu para presiden bahwa ia bersedia hadir pada 8 April 2026 di hadapan Komite VII tentang Kebudayaan, Sains, dan Pendidikan Dewan Perwakilan Rakyat untuk melaporkan keadaan sepak bola Italia.
“Di sinilah Presiden Gravina akan menyampaikan, selengkap dan sekomprehensif mungkin, laporan tentang kekuatan dan kelemahan olahraga tersebut, juga membahas beberapa isu yang telah dibahas selama konferensi pers yang diadakan setelah pertandingan tim nasional di Zenica pada hari Selasa, 31 Maret,” ungkap FIGC.
Sehubungan dengan konferensi pers ini, Gravina menyatakan penyesalannya atas bagaimana komentarnya tentang perbedaan antara olahraga amatir dan profesional telah ditafsirkan. Karena, komentar tersebut kata dia sama sekali tidak dimaksudkan untuk menyinggung disiplin olahraga apa pun.
“Sebaliknya, komentar tersebut merujuk pada perbedaan peraturan internal dan eksternal, misalnya, keberadaan liga-liga otonom dalam tata kelola beberapa federasi dan sifat korporat klub sepak bola profesional, yang harus mematuhi peraturan nasional dan internasional, tidak seperti klub amatir,” jelas FIGC.