
UPdates—Kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Bidang Eksternal Kontras, Andrie Yunus menjadi perhatian dan sorotan dunia.
You may also like :
2.600 Aborsi Selama Perang Gaza, 220 Kematian Terkait Kehamilan, dan 1.460 Kelahiran Prematur
Pelapor Khusus PBB untuk Pembela Hak Asasi Manusia (HAM), Mary Lawlor menyebut itu peristiwa yang sangat mengkhawatirkan.
You might be interested :
Media Israel Bongkar Sadisnya Jenderal Zionis, Perintahkan Tembaki Warga Gaza yang Cari Makan di Lokasi Bantuan
“Saya mendengar berita yang sangat mengkhawatirkan bahwa Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang & Korban Kekerasan (@KontraS) mengalami serangan asam yang dilakukan oleh individu yang tidak dikenal, mengakibatkan luka serius di sekujur tubuhnya,” katanya dalam unggahan di X sebagaimana dipantau Keidenesia.tv, Sabtu, 14 Maret 2026.
Ia menegaskan, serangan biadab ini harus diusut tuntas. “Saya menyerukan kepada pihak berwenang Indonesia untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap serangan mengerikan ini. Impunitas atas kekerasan terhadap Pembela Hak Asasi Manusia tidak dapat diterima,” ujarnya.
Kantor Hak Asasi Manusia PBB lewat unggahan di akun X mereka, @UNHumanRights juga menyatakan keprihatinan dan meminta keadilan untuk Andrie.
“Sangat prihatin atas serangan asam mengerikan terhadap Andrie Yunus, Wakil Koordinator Urusan Luar Negeri Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (@KontraS). Mereka yang bertanggung jawab atas tindakan kekerasan pengecut ini harus dimintai pertanggungjawaban. Pembela hak asasi manusia harus dilindungi dalam pekerjaan vital mereka & dapat mengangkat isu-isu kepentingan publik tanpa rasa takut,” tulis UN Human Rights.
Akademisi Indonesia, Rocky Gerung dalam wawancara video yang dipantau di X mengatakan, kasus ini harus diselesaikan secepatnya oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Ini harus secepatnya diselesaikan oleh Presiden. Presiden harus datang di depan pers dan menerangkan atau menjelaskan bahwa soal persitiwa yang terjadi kemarin malam itu merupakan penghinaan terhadap demokrasi,” kata Rocky.
Rocky sendiri menyebut kejadian ini menunjukkan Indonesia saat ini ada dalam the Republic of fear. “Atau republik yang penuh dengan ketakutan,” tegasnya.
Peristiwa mengejutkan ini menjadi perhatian publik khususnya setelah rekaman CCTV kejadian yang eperlihat dua pelaku menyerang Andrie viral di media sosial.
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Mohamad Syafi' Alielha atau Savic Ali mengutuk keras pihak yang terlibat di dalam penyiraman air keras di kawasan Jalan Salemba I Talang, Jakarta Pusat ini.
"Saya mengutuk tindak penyiraman air keras tersebut dan meminta aparat untuk segera mengusut kasus itu," katanya dilansir dari NU Online.
Savic menyebut bahwa penyerangan tersebut mengindikasikan bangkitnya kembali premanisme politik yang pernah melingkupi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.
"Oleh karena itu, semua warga, khususnya tokoh-tokoh masyarakat, mesti sadar, bangun, dan waspada terhadap gejala ini," jelasnya.
Ditegaskan Savic, negara harus memastikan keamanan warganya, khususnya para aktivis demokrasi dan kemanusiaan.
"(Mereka) memang kerap mendapat teror dan intimidasi dari pihak-pihak yang terganggu oleh kritik mereka," tegasnya.