
UPdates—Seorang pria Sudan meninggal setelah dilaporkan berjalan sekitar 65 kilometer melalui gurun Libya dekat Kufra dalam upaya mencari pertolongan setelah kendaraan yang ditumpanginya mogok.
You may also like :
12 Siswa Pingsan Tiap Hari karena Panas Ekstrem, Sekolah Diliburkan di Sudan Selatan
Sumber lokal yang mengetahui informasi tersebut mengatakan pria itu terdampar di gurun ketika kendaraan berhenti secara tiba-tiba.
Karena berada di daerah terpencil tanpa air atau tempat berlindung, ia dilaporkan memutuskan untuk berjalan kaki mencari jalan beraspal atau pengendara yang lewat yang dapat membantunya.
Nahas bagi pria itu, ia meninggal sebelum mencapai pertolongan akibat panas ekstrem dan kondisi gurun yang keras.
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari MEMO, Sabtu, 25 Juli 2026, tim penyelamat kemudian menemukan jenazahnya.
Insiden ini menyoroti bahaya yang dihadapi oleh para pelancong dan migran yang menggunakan rute gurun terpencil yang menghubungkan Sudan dan Libya.
Penyeberangan ini secara luas dianggap sebagai salah satu yang paling berbahaya di wilayah tersebut karena jaraknya yang sangat jauh, medan yang sulit, suhu ekstrem, dan ketersediaan layanan darurat, stasiun bahan bakar dan air, serta infrastruktur komunikasi yang terbatas.
Insiden ini telah memperbarui seruan dari pengamat lokal untuk meningkatkan kemampuan tanggap darurat, pusat dukungan di sepanjang rute gurun, dan kesadaran yang lebih besar tentang risiko yang terkait dengan perjalanan melalui daerah terpencil tanpa persiapan keselamatan yang memadai.