
UPdates—Berdasarkan data real-time Indeks Kualitas Udara (AQI), kota-kota dengan tingkat polusi tertinggi di dunia pada Jumat, 16 Oktober 2026 siang didominasi wilayah di Indonesia.
You may also like :
Video Mengerikan Karhutla Kalimantan Bermunculan, Raja Juli Minta Warga jangan Main Api, Ustaz Hilmi: Pemerintah, Tolong Saudara-Saudara Kami
Pantauan Keidenesia.tv, pada pukul 11:58 WITA, Palembang, Sumatera Selatan berada di peringkat teratas. Kondisi kualitas udara (AQI) di Palembang pada saat itu berada di angka 319 dan berstatus berbahaya.
Palangka Raya, Kalimantan Tengah berada di peringkat kedua kota terpolusi dengan AQI di angka 268 (Parah). Berikutnya, Sampit, Kalimantan Tengah (265/Parah), Rewari, Haryana, India (245/Parah), dan Jambi (240/ Parah).
Saat data diperbarui pada pukul 12:00 WITA, Palembang tetap di posisi teratas negara dengan tingkat polusi tertinggi di dunia dengan AQI di angka 299 (Parah).
Di waktu ini, empat kota dengan status terpolusi diborong kota-kota di Indonesia. Di bawah Palembang ada Sampit (273/Parah), Palangka Raya (252/Parah), dan Jambi (232/Parah).
Melengkapi lima besar ada Kota Surat, Gujarat, India dengan AQI di angka 221 dan berstatus parah.
Dominasi kota dengan tingkat polusi tertinggi di dunia tak lepas dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berlanjut di Indonesia.
Berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan, hingga Kamis, 15 Oktober 2026, pukul 22.00 WITA malam, terdeteksi 799 hotspot (titik panas) nasional.
Kalimantan Tengah menjadi penyumbang terbanyak yakni 485 titik. Kemudian, Sumatera Selatan dengan 122 titik.