
UPdates—Seorang tersangka pembunuh berantai yang dituduh membunuh dan memakan daging manusia (kanibalisme) 38 orang di seluruh Uganda selama kurun waktu 15 tahun ditangkap dan kini menghadapi hukuman mati.
You may also like :
Pria di Madiun Giling Istri Siri dengan Mesin Penggilingan Daging Bersama Anak Balitanya
Mujurizi Moses yang merupakan tersangka pembunuh berantai paling keji di Uganda dituduh menjebol dinding rumah dan membantai satu keluarga sekaligus menggunakan parang.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, 26 Oktober 2026 waktu setempat, pejabat tinggi kepolisian Uganda, Muhoozi Kainerugaba, mengumumkan penangkapannya seraya merilis foto tersangka dengan bibir berlumuran darah.
“Saya senang dapat menginformasikan kepada seluruh warga bahwa aparat keamanan telah menangkap sosok jahat bernama Mujurizi Moses. Dia adalah pembunuh berantai sekaligus kanibal terburuk dalam sejarah Uganda,” ujar Kainerugaba sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Metro, Selasa, 27 Oktober 2026.
“Dia membunuh dan memakan 38 orang antara tahun 2010 hingga 2025 di wilayah Masaka, Ibanda, dan Kazo. Kami akan mengadilinya secara terbuka dan pastinya akan mengeksekusinya,” tegas Kainerugaba.
Catatan kepolisian mengidentifikasi seorang tersangka pembunuh berantai bernama Fred Mujulizi—yang juga dikenal sebagai Kulaish Kamugisha—seorang pembunuh bayaran yang dikaitkan dengan berbagai kasus pembunuhan di wilayah Greater Masaka.
Poster pencarian atas dirinya pun telah disebarkan ke seluruh negeri.
Berdasarkan penyelidikan, para pelaku yang terkait dengan Mujulizi diduga melubangi dinding rumah korban sebelum menyerang penghuninya dengan parang.
Dalam insiden terparah, kaki tangan yang diduga bekerja untuknya dilaporkan melubangi dinding rumah seorang pendeta Pantekosta bernama Steven Mugambe, lalu membantai seluruh penghuni rumah tersebut hingga tewas.
Sejumlah warga telah melapor dengan klaim bahwa tersangka telah membunuh kerabat mereka, dan pihak kepolisian menyatakan bahwa tim penyidik sedang meninjau klaim-klaim tersebut.
Laporan menyebutkan bahwa sebanyak 35 orang telah tewas dalam serangan serupa di seluruh wilayah Greater Masaka, namun angka tersebut belum pernah diverifikasi secara resmi.
Mujulizi juga dilaporkan pernah ditangkap beberapa kali, namun ia berhasil meloloskan diri atau dibebaskan dalam situasi yang masih diperdebatkan.
Pada 16 Oktober 2026, Uganda Radio Network melaporkan bahwa Mujulizi menghadapi dakwaan pembunuhan dan perdagangan manusia, yang berkaitan dengan peristiwa pembunuhan seorang wanita di Greater Masaka pada tanggal 28 September.
Para penyelidik menduga bahwa perempuan tersebut telah dipancing dengan janji akan menjalin hubungan, sebelum akhirnya dibunuh dalam peristiwa yang diduga sebagai pembunuhan ritual.