Pembukaan Diklat bagi pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih, di Balikpapan, 17 Juni 2026. (Foto: Kodam VI/Mulawarman)

Kegiatan Menembak Dihilangkan, Latsarmil Calon Manajer Kopdes Merah Putih Jadi Latihan Bela Negara

30 June 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Kementerian Pertahanan menghentikan latihan dasar kemiliteran (latsarmil) untuk calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih, serta menggantinya dengan Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial.
  • Perubahan ini dilakukan setelah terjadi kejadian lima peserta latsarmil meninggal dunia, dan kegiatan fisik serta pelatihan kemiliteran akan dikurangi, termasuk kegiatan menembak.
  • Fokus kegiatan baru diarahkan pada pembentukan disiplin, karakter, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, dan wawasan kebangsaan, serta kesiapan manajerial peserta sebagai calon pengelola koperasi.
  • Kemhan juga akan memperhatikan kondisi kesehatan peserta untuk memastikan proses pendidikan berjalan aman dan tertib.
  • Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid menegaskan bahwa pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program SPPI untuk memastikan keselamatan peserta dan meningkatkan kualitas pelatihan.
  • Nurdin Halid juga mendorong pemerintah untuk menyempurnakan kurikulum pelatihan agar para lulusan SPPI memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih secara profesional.
  • Evaluasi diharapkan dapat menghasilkan penyempurnaan tata kelola SPPI secara menyeluruh, sehingga kualitas penyelenggaraan pelatihan semakin baik dengan tetap mengedepankan keselamatan peserta.
atau

UPdates—Kementerian Pertahanan menghentikan latihan dasar kemiliteran (latsarmil) kepada Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pengelola atau manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).

You may also like : puan dsaco dprDPR Garansi RUU TNI tidak akan Hidupkan Kembali Dwifungsi ABRI

Program pelatihan selanjutnya akan diberikan dengan sistem, materi pembelajaran dan nama baru.

You might be interested : yulius setiarto pdipDesakan Setop Latsarmil Manajer Kopdes Merah Putih Makin Kencang dari DPR, Yulius Minta Investigasi Independen

Hal itu disampaikan Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait di Jakarta.

Menurutnya, Kemhan melakukan penyesuaian pendekatan kegiatan.

“Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, bukan Latsarmil lagi," katanya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari CNN Indonesia, Selasa, 30 Juni 2026.

Perubahan dilakukan setelah Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mengevaluasi sistem pembelajaran usai kejadian lima peserta latsarmil meninggal dunia.

Rico pun memastikan kegiatan fisik dan pelatihan yang berkaitan dengan latihan kemiliteran akan dikurangi.

"Dengan penyesuaian tersebut, kegiatan yang bersifat taktis dan teknis militer dikurangi, termasuk kegiatan menembak tidak lagi menjadi bagian dari pelaksanaan latihan saat ini," kata Rico.

Ia menjelaskan, fokus kegiatan diarahkan pada pembentukan disiplin, karakter, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, dan wawasan kebangsaan.

“Serta kesiapan manajerial peserta sebagai calon pengelola koperasi," jelasnya.

Kemhan juga akan memperhatikan kondisi kesehatan peserta demi memastikan proses pendidikan para calon pengelola koperasi bisa berjalan aman dan tertib.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid menegaskan, pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program SPPI ini.

Menurutnya, Evaluasi penting untuk memastikan aspek keselamatan peserta sekaligus meningkatkan kualitas pelatihan dalam mempersiapkan sumber daya manusia pengelola koperasi.

Wakil rakyat dari Sulsel itu mengatakan, SPPI sejatinya merupakan program strategis yang dirancang untuk mencetak sumber daya manusia unggul sebagai penggerak Koperasi Desa Merah Putih, yang diharapkan mampu menjadi motor penguatan ekonomi desa.

Makanya, pelaksanaan program harus menempatkan keselamatan peserta sebagai prioritas tanpa mengurangi kualitas pembentukan kompetensi.

Selain itu, Politisi Fraksi Partai Golkar ini juga mendorong pemerintah menyempurnakan kurikulum pelatihan. Agar para lulusan SPPI memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih secara profesional.

Lebih lanjut pihaknya menilai materi pelatihan perlu diperkuat, baik dari sisi kompetensi teknis maupun manajerial.

Kompetensi tersebut meliputi kemampuan melakukan stock opname, pengelolaan persediaan barang, visual merchandising, strategi pemasaran dan penjualan yang adaptif terhadap kebutuhan pasar, hingga penguasaan akuntansi, audit, serta tata kelola keuangan yang akuntabel.

"Penguasaan berbagai kemampuan tersebut menjadi fondasi penting untuk membangun koperasi desa yang sehat, efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan sebagai penggerak ekonomi masyarakat," ujarnya

Ia berharap evaluasi akan menghasilkan penyempurnaan tata kelola SPPI secara menyeluruh, sehingga kualitas penyelenggaraan pelatihan semakin baik dengan tetap mengedepankan keselamatan peserta.

Nurdin meyakini keberhasilan Program Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya bergantung pada besarnya investasi pemerintah, tetapi juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang disiapkan untuk mengelola koperasi secara sehat, akuntabel, dan berkelanjutan.

"Kita ingin para peserta SPPI nantinya tidak hanya memiliki disiplin dan semangat pengabdian, tetapi juga kompetensi bisnis yang kuat sehingga mampu mengembangkan Koperasi Desa Merah Putih menjadi lembaga ekonomi yang produktif, profesional, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa," pungkasnya.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

capture

Sam Levenson

"Jangan melihat jam; lakukan apa yang dilakukannya. Teruslah melangkah!"
Load More >