
UPdates - Tahun ini, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) membuka Beasiswa Bidang Keolahragaan sebagai kesempatan bagi atlet dan pelaku olahraga untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2) dan doktor (S3).
Program beasiswa ini merupakan hasil kerja sama Kemenpora dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), sebagai bagian dari upaya memperkuat sumber daya manusia olahraga yang unggul dan berkelanjutan.
Beasiswa Keolahragaan menyasar dua kelompok utama, yakni olahragawan dan mantan olahragawan berprestasi, serta tenaga keolahragaan yang selama ini berperan penting dalam pembinaan olahraga nasional.
You might be interested :
Kejagung Kawal Kemenpora di Pembinaan Olahraga, Jaksa Agung: Bukan karena Kami Curiga
Tenaga keolahragaan yang dimaksud mencakup berbagai profesi, mulai dari pelatih, wasit, tenaga medis olahraga, psikolog olahraga, sport scientist, analis performa, hingga pengembang kebijakan olahraga prestasi.
Dua Skema Program
Program ini disalurkan melalui dua skema, yaitu Jalur Peningkatan Prestasi dan Jalur Penghargaan Prestasi. Jalur Peningkatan Prestasi terbuka bagi warga negara Indonesia yang aktif di bidang keolahragaan, sementara Jalur Penghargaan Prestasi diberikan kepada atlet dan mantan atlet elit dengan prestasi kelas dunia.
Beasiswa Keolahragaan diberikan untuk jenjang pendidikan magister dengan masa pendanaan maksimal 24 bulan dan doktor hingga 48 bulan, baik di dalam maupun luar negeri sesuai ketentuan LPDP.
Bidang studi yang dibiayai juga beragam dan disesuaikan dengan latar belakang profesi penerima, seperti ilmu keolahragaan, kepelatihan, kebugaran, fisiologi olahraga, psikologi olahraga, manajemen olahraga, hingga hukum olahraga.
Bagi atlet dan mantan atlet Jalur Peningkatan Prestasi, beasiswa dapat digunakan untuk seluruh bidang studi ilmu dan teknologi keolahragaan. Sementara Jalur Penghargaan Prestasi membuka pilihan studi yang lebih luas sesuai daftar program LPDP Afirmasi.
Selain biaya pendidikan, penerima Beasiswa Keolahragaan juga memperoleh berbagai dukungan pendanaan, antara lain biaya hidup bulanan, transportasi, asuransi kesehatan, penelitian tesis atau disertasi, hingga publikasi jurnal internasional.
Khusus untuk penerima Jalur Penghargaan Prestasi, LPDP juga menyediakan Program Pengayaan Bahasa guna meningkatkan kemampuan bahasa asing sebelum memulai perkuliahan.
Dilansir Keidenesia.TV dari infopublik.id, Senin, 26 Januari 2026, periode pendaftaran rekomendasi Beasiswa Keolahragaan dijadwalkan berlangsung pada akhir Januari hingga 5 Februari 2026 melalui laman resmi http://sitenor.id.
Pengumuman hasil rekomendasi oleh Kemenpora dijadwalkan pada Februari 2026, sebelum peserta melanjutkan tahapan seleksi LPDP.
Dokumen yang dipersyaratkan mencakup data kependudukan, riwayat pendidikan, rencana studi, hingga bukti prestasi olahraga yang telah diverifikasi oleh induk organisasi resmi.
Bagi atlet berprestasi internasional, bukti prestasi harus disertai surat keterangan perolehan medali yang ditandatangani oleh KOI atau NPCI.
Proses pendaftaran beasiswa diawali dengan pengajuan rekomendasi kepada Kemenpora melalui laman sitenor.id. Selanjutnya, peserta mengikuti tahapan seleksi LPDP yang meliputi seleksi administrasi, bakat skolastik, dan seleksi substansi.
Periode pengajuan rekomendasi Beasiswa Keolahragaan dijadwalkan berlangsung pada akhir Januari hingga awal Februari 2026, dengan pengumuman hasil rekomendasi pada Februari 2026.
Pengumuman hasil rekomendasi oleh Kemenpora dijadwalkan pada Februari 2026, sebelum peserta melanjutkan tahapan seleksi LPDP.
Persyaratan Dokumen
Dokumen yang dipersyaratkan mencakup data kependudukan, riwayat pendidikan, rencana studi, hingga bukti prestasi olahraga yang telah diverifikasi oleh induk organisasi resmi.
Bagi atlet berprestasi internasional, bukti prestasi harus disertai surat keterangan perolehan medali yang ditandatangani oleh KOI atau NPCI.
Sedangkan atlet berprestasi nasional wajib melampirkan surat keterangan dari KONI atau induk organisasi terkait.
Kelengkapan dokumen ini menjadi bagian penting untuk menjaga kredibilitas dan kualitas penerima beasiswa.
Lebih dari sekadar bantuan pendidikan, Beasiswa Keolahragaan diposisikan sebagai investasi jangka panjang negara dalam membangun fondasi olahraga prestasi.
Pemerintah menegaskan seluruh proses seleksi dilaksanakan secara transparan dan akuntabel, dengan mengedepankan rekam jejak prestasi serta komitmen pengembangan diri calon penerima.
Melalui Beasiswa Keolahragaan, negara hadir memberikan ruang bagi atlet dan pelaku olahraga untuk tumbuh tidak hanya sebagai juara di lapangan, tetapi juga sebagai insan profesional dan akademisi di masa depan.
Program ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem olahraga nasional sekaligus mendukung terwujudnya sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
