Kontingen Garuda Indobatt XXIII-N/Unifil yang bertugas di Lebanon. (Foto: Puspen TNI/X)

Kemlu Jamin Tentara Indonesia di Gaza tak Terlibat Operasi Tempur

15 February 2026
Font +
Font -

UPdates–Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menegaskan bahwa personel Indonesia yang akan bergabung dalam International Stabilization Force (ISF) atau Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza, Palestina berada sepenuhnya di bawah kendali nasional, dan tidak akan terlibat dalam operasi tempur.

You may also like : fatima fatimaJelang Pernikahan, Jurnalis Foto Gaza Fatima Hassouna Dibunuh Israel: "Saya Ingin Kematianku Menggemparkan"

Penegasan itu disampaikan menyusul rencana pengiriman sekira 8.000 personel, sebagai bagian dari komitmen pasukan perdamaian internasional di Palestina.

You might be interested : houthi shafaq newsKhianati Perjanjian di Gaza, Houthi Yaman Umumkan Siap Serang Israel

Lewat pernyataan tertulis akhir pekan ini, Kemlu menyatakan partisipasi Indonesia dalam ISF berlandaskan mandat Dewan Keamanan PBB Resolusi 2803 (2025), Politik Luar Negeri Bebas-Aktif, dan hukum internasional.

“Personel Indonesia tidak akan terlibat dalam operasi tempur atau tindakan apa pun yang mengarah pada konfrontasi langsung dengan pihak bersenjata mana pun,” demikian pernyataan Kemlu sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Info Publik, Minggu, 15 Februari 2026.

Kementerian Luar Negeri Ri merinci sejumlah ketentuan khusus atau national caveats yang mengikat partisipasi Indonesia.

Mandat personel Indonesia bersifat non-kombatan dan non-demiliterisasi, dengan fokus pada perlindungan warga sipil, bantuan kemanusiaan dan kesehatan, rekonstruksi, serta pelatihan dan penguatan kapasitas Polisi Palestina.

Penggunaan kekuatan hanya diperbolehkan untuk membela diri dan mempertahankan mandat, secara proporsional dan sebagai upaya terakhir, sesuai hukum internasional serta Rules of Engagement.

Area penugasan dibatasi khusus di Gaza, yang merupakan bagian integral dari wilayah Palestina, dan penempatan hanya dapat dilakukan dengan persetujuan otoritas Palestina sebagai prasyarat mendasar.

“Indonesia akan mengakhiri partisipasi apabila pelaksanaan ISF menyimpang dari national caveats Indonesia atau tidak sejalan dengan kebijakan luar negeri Indonesia,” tegas pernyataan itu.

Menurut Kemlu,  kehadiran personel Indonesia tidak dimaknai sebagai pengakuan atau normalisasi hubungan politik dengan pihak mana pun.

Indonesia secara konsisten mendukung kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara, sesuai hukum internasional dan parameter yang disepakati.

Sementara itu, pejabat senior Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), Osama Hamdan, menyatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Indonesia terkait rencana pengiriman pasukan.

Hamdan menegaskan, setiap pasukan internasional harus tetap netral dan tidak mencampuri pemerintahan internal Palestina.

“Kami menekankan bahwa setiap pasukan asing harus tetap netral dan tidak bertindak dengan cara yang bertentangan dengan kehendak Palestina atau berfungsi sebagai pengganti pendudukan Israel,” ujar Hamdan sebagaimana dilansir dari Jordan Daily.

Hamas juga mengingatkan agar tugas pasukan internasional dibatasi pada pengamanan perbatasan dan pencegahan serangan Israel, bukan sebagai bentuk perwalian asing atas teritori Gaza.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

capture

Benjamin Franklin

"Perang tidak dibayar di masa perang, tagihannya datang kemudian."
Load More >