
UPdates—Beredar sebuah narasi di media sosial Instagram yang mencatut nama Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai terkait kasus penyekapan sadis di Bandung.
You may also like :
Menteri HAM Salahkan Masyarakat di Kasus Bunuh Diri Siswa SD di NTT
Dalam narasi itu disebutkan bahwa Natalius Pigai menyatakan: "Taufik Hidayat jangan dihukum mati, dia pasti khilaf."
You might be interested :
Menteri HAM Salahkan Masyarakat di Kasus Bunuh Diri Siswa SD di NTT
Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pun mengklarifikasi hal itu. Mereka menegaskan bahwa informasi tersebut murni berita bohong alias hoaks.
“Menteri HAM tidak pernah mengeluarkan pernyataan tersebut, baik dalam forum resmi maupun komunikasi publik lainnya,” tulis Kementerian HAM di akun Instagram mereka sebagaimana dilansir Keidenesia.tv pada Senin, 29 Juni 2026.
Kementerian HAM menyebut bahwa narasi hoaks ini disebarkan oleh beberapa akun di media sosial Instagram. Di antaranya, akun @triopetasann (Triolrawan) melalui video reel Instagram. Selain itu, akun @sultansahbanalman (Sultan Sahbana Iman) melalui video reel Instagram.
“Penyebaran berita bohong di ruang digital tidak hanya merugikan pihak-pihak terkait dan memicu kesalahpahaman, tetapi juga memiliki konsekuensi hukum yang diatur oleh perundang-undangan,” lanjut Kementerian HAM.
Natalius Pigai juga mengunggah masalah ini di X. Ia menegaskan bahwa dirinya sudah menemukan penyebar hoaks soal dirinya di kasus penyekapan selama tiga tahun di Bandung yang membuat korban mengalami kecacatan.
“Selama ini kita mencari para penyebar HOAX dan Akhirnya sdh ketemu penyebar HOAX. Jangan minta maaf ya. Boleh kritik tetapi sebar berita bohong tidak bisa toleransi,” tegasnya.
Menurutnya, banyak yang memproduksi berita bohong seakan-akan itu adalah komentarnya. “Saya sdh temukan orangnya,” ujar Natalius Pigai yang menampilkan salah satu akun Instagram pelaku.
Kasus Taufik Hidayat menjadi sorotan publik karena dugaan penyekapan dan penganiayaan sadis terhadap kekasihnya, Yuvita Tri Rezeki (29), selama tiga tahun di Bandung. Tindakan brutal pelaku memicu kemarahan masyarakat.