Kapal induk USS Abraham Lincoln dengan kapal perusak pertahanan udara HMS Defender dan kapal perusak rudal berpemandu USS Farragut di belakangnya. (foto:Dok.Zachary Pearson/US Navy via AFP)

Ketegangan Meningkat, Kapal Induk AS Tembak Jatuh Drone Iran di Laut Arab

4 February 2026
Font +
Font -

UPdates - Sebuah kapal induk Amerika Serikat (AS) telah menembak jatuh sebuah drone Iran di Laut Arab pada hari Selasa, 3 Februari 2026.

You may also like : fordow x iranTV dan Radio Iran: Jet Siluman AS hanya Rusak Terowongan

Insiden pasukan AS menembak jatuh drone Iran terjadi ketika pesawat tak berawak itu dilaporkan mendekati secara agresif kapal induk USS Abraham Lincoln, yang sedang melintasi Laut Arab sekitar 500 mil dari pantai selatan Iran, kata juru bicara Komando Pusat AS, Kapten Tim Hawkins,.

You might be interested : trump daily ausafTrump Tetapkan Tarif Impor 19 Persen dengan Sejumlah Syarat, Indonesia Rugi Besar?

“Drone Iran terus terbang menuju kapal meskipun tindakan de-eskalasi telah dilakukan oleh pasukan AS yang beroperasi di perairan internasional,” kata Hawkins, sebagaimana disadur Keidenesia.TV dari CNN, Rabu, 4 Februari 2026.

Sebuah jet tempur F-35C dari kapal induk Lincoln menembak jatuh drone tersebut untuk melindungi kapal induk dan personelnya, katanya.

Beberapa jam setelah insiden drone, dua kapal perang Iran mendekati M/V Stena Imperative — sebuah kapal tanker kimia yang dioperasikan oleh Amerika yang berlayar di bawah bendera AS di Selat Hormuz — melewati kapal tersebut tiga kali dengan kecepatan tinggi sementara sebuah drone Mohajer Iran juga terbang di atasnya, kata Hawkins.

Pihak Iran mengancam melalui panggilan radio bahwa mereka akan naik dan merebut kapal tanker tersebut. Kapal tanker itu berada di perairan internasional, kata Hawkins.

Pasukan militer AS yang beroperasi di daerah tersebut merespons ketika mereka mengetahui adanya ancaman Iran. Kapal perusak USS McFaul mengawal kapal tanker tersebut menjauh dari daerah itu bersama dengan dukungan udara defensif dari Angkatan Udara AS, tambah Hawkins. Situasi pun dikabarkan berangsur mereda.

Kedua insiden itu terjadi beberapa hari sebelum pejabat AS dan Iran dijadwalkan bertemu pada hari Jumat, 6 Februari 2026 untuk melakukan negosiasi diplomatik yang bertujuan untuk mencegah bentrokan militer.

Pembicaraan antara AS dan Iran yang direncanakan akhir pekan ini mengalami hambatan pada hari Selasa setelah Teheran meminta agar lokasi pembicaraan dipindahkan, peserta regional dikecualikan, dan ruang lingkup diskusi dibatasi pada program nuklir negara tersebut, menurut tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Pembicaraan tersebut awalnya telah dijadwalkan di Istanbul, dengan menteri luar negeri dari Mesir, Oman, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab juga diharapkan hadir.

Teheran kini meminta lokasi alternatif: Oman, kesultanan kecil di Teluk Persia yang sebelumnya pernah menjadi tuan rumah pembicaraan antara AS dan Iran.

Sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan pada hari Selasa bahwa pertemuan-pertemuan tersebut, yang dipimpin oleh utusan khusus Steve Witkoff dari pihak AS, "masih dijadwalkan hingga saat ini, tetapi tentu saja presiden selalu memiliki berbagai pilihan yang tersedia, dan itu termasuk penggunaan kekuatan militer."

Dalam seminggu terakhir, militer AS telah mempercepat penambahan perangkat keras militer di Timur Tengah, dengan mengerahkan Gugus Tempur Kapal Induk Lincoln ke wilayah tersebut bersama dengan tiga kapal perusak rudal berpemandu dan sayap udara kapal induk, yang mencakup skuadron pesawat tempur F/A-18E Super Hornet, pesawat tempur F-35C Lightning II, dan jet perang elektronik EA-18G Growler.

Angkatan Laut juga memiliki tiga kapal perusak — USS McFaul, USS Delbert D. Black, dan USS Mitscher — di wilayah tersebut yang terpisah dari kelompok serang kapal induk.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

ga warren buffett 20210203 0001

Warren Buffett

"Kejujuran adalah hadiah yang sangat mahal. Jangan berharap dari orang-orang murahan."
Load More >