
UPdates—Ketegangan di Asia Barat belum sepenuhnya mereda. Iran memberi sinyal bahwa mereka siap untuk pembalasan lebih lanjut meskipun ada gencatan senjata dengan Amerika Serikat.
You may also like :
Sandera Israel: Netanyahu, Sudah cukup, Anda telah Menghancurkan Hidup Kami
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) negara itu memperingatkan bahwa “tangan mereka berada di pelatuk,” menggarisbawahi kesiapan untuk merespons dengan cepat terhadap agresi baru apa pun.
You might be interested :
AS Desak Warganya Segera Tinggalkan Timur Tengah: "Segera Berangkat"
Garda Revolusi Iran menurut laporan Reuters yang mengutip Kantor Berita Tasnim mengatakan mereka “siap untuk menanggapi serangan apa pun dengan kekuatan yang lebih besar.”
Peringatan itu muncul setelah Iran meluncurkan serangan rudal dan drone ke Kuwait dan Uni Emirat Arab, menyusul serangan sebelumnya terhadap infrastruktur energi mereka.
Menurut televisi pemerintah Iran, serangan itu dilakukan tak lama setelah serangan udara menargetkan fasilitas minyak di Pulau Lavan.
"Serangan rudal dan drone di Uni Emirat Arab dan Kuwait telah terjadi beberapa jam setelah penargetan fasilitas minyak Pulau Lavan di Iran," lapor Penyiaran Republik Islam Iran sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari The Economic Times, Rabu, 8 April 2026.
Media pemerintah juga mengutip Perusahaan Pengolah dan Distribusi Minyak Nasional Iran, yang menggambarkan serangan terhadap fasilitas tersebut sebagai tindakan yang disengaja, dengan mengatakan bahwa fasilitas itu menjadi sasaran serangan pengecut.
Serangan yang dilaporkan terhadap kilang minyak Lavan terjadi sekitar pukul 10 pagi waktu setempat, menandai peningkatan tajam yang melibatkan infrastruktur energi yang penting.
Perkembangan ini telah menimbulkan kekhawatiran dari Kuwait, yang telah menyerukan penghentian segera permusuhan.
Dalam pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri Kuwait menyambut baik gencatan senjata tetapi mendesak pengekangan.
"Kebutuhan bagi Republik Islam Iran dan proksinya... untuk segera menghentikan semua permusuhan," kata Kementerian Luar Negeri Kuwait.