Ilustrasi. (foto:Generated AI)

Kisah Islami: Abu Yazid Al-Busthami dan Pengabdiannya pada Sang Ibu

22 February 2026
Font +
Font -

UPdates - Abu Yazid Thaifur bin Isa bin Syurusan Al-Busthami adalah seorang sufi dan ulama besar di zamannya.

You may also like : haji elik 1 e1582806811101Ini Hukum Meninggalkan Shalat Jumat karena Pekerjaan

Saat masih muda, Abu Yazid mempunyai seorang ibu yang sangat ia cintai. Kecintaannya itu semakin memuncak ketika ia sedang mondok.

You might be interested : abdullah dpr pkbDPR Ingatkan KPK Jangan Main-Main di Kasus Korupsi Haji, Desak Tetapkan Tersangka

Dirilis Keidenesia.TV dari laman Kemenag, Minggu, 22 Februari 2026, kisah ini dikenang oleh Fariduddin Aththar, dalam kitab Tadzkiratul Auliya (Damaskus: Al-Maktabi, 2009), halaman 184-187.

Suatu hari, saat Abu Yazid sedang mengaji tafsir Al-Qur'an, gurunya menjelaskan Surat Luqman ayat 14:

اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ

“Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Ku (kamu) kembali."

Ayat itu berhasil menggetarkan hati Abu Yazid dan mengingatkan pada ibunya di rumah. Abu Yazid pun meminta izin kepada gurunya untuk pulang dan menemui ibunya. Setelah mendapatkan izin, ia pun bergegas pulang.

Melihat Abu Yazid ada di rumah, ibunya merasa kaget sekaligus heran.

"Thaifur, kenapa kamu pulang?" tanya sang ibu.

Abu Yazid kemudian menjelaskan bahwa ia sedang mengaji hingga pada Surat Luqman ayat 14 dan membuat hatinya bergetar.

"Aku tidak bisa menjalankan dua ibadah syukur dalam waktu yang bersamaan," jawab Abu Yazid.

Melihat anak kesayangannya berada dalam kebimbangan antara merawat ibu dan mencari ilmu, sang ibu akhirnya membebaskan Abu Yazid atas semua kewajiban terhadapnya.

"Nak, aku bebaskan semua kewajibanmu kepadaku dan aku pasrahkan kamu kepada Allah. Pergilah dan jadilah seorang hamba Allah," ucap sang ibu.

Sejak saat itu, Abu Yazid meninggalkan kota Bustham kemudian menjadi "santri kelana" yang merantau dari satu negeri ke negeri lain selama 30 tahun lamanya dan berguru kepada 113 guru spiritual.

Hari-harinya dilalui dengan puasa dan tirakat hingga akhirnya ia menjadi seorang ulama sufi yang mempunyai pengaruh dalam dunia tasawuf.

Sebelumnya, masih dijelaskan dalam kitab yang sama, Abu Yazid pernah memegang tempat minum ibunya hingga berjam-jam.

Di suatu malam, ibu terbangun dan kehausan, namun ternyata stok air minum sudah habis. Abu Yazid pun keluar untuk mencari dan mengambil air.

Saat sampai rumah ternyata ibunya kembali tertidur, dalam situasi tersebut Abu Yazid memutuskan untuk melawan rasa kantuk agar ibunya tidak kesulitan mendapatkan air minum.

“Nak, kenapa kamu belum tidur?” tanya ibu.

“Jika tidur, aku takut ibu tidak menemukan air minum ini,” jawab Abu Yazid.

Dari kisah ini dapat dipetik hikmah bahwa ridha dan doa orang tua, terlebih ridha dan doa seorang ibu sangat berarti dan dapat memengaruhi terhadap perjalanan kehidupan seseorang.

Dengan berbakti kepada orang tua tentu akan mendapat keberuntungan dan keberkahan. Sebaliknya, durhaka terhadap orang tua bisa membawa malapetaka di dunia dan akhirat. Wallahu a‘lam.

 

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

capture

Benjamin Franklin

"Perang tidak dibayar di masa perang, tagihannya datang kemudian."
Load More >