
UPdates—Kementerian kesehatan di Gaza mengatakan 70.100 orang telah tewas sejak perang antara Israel dan Hamas meletus lebih dari dua tahun lalu.
You may also like :
Israel Bantai Keluarga Dokter di Gaza, 9 Anaknya Tewas, Suami Luka Parah
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian tersebut mengatakan bahwa sejak gencatan senjata berlaku pada 10 Oktober, 354 warga Palestina telah tewas akibat tembakan Israel.
You might be interested :
Habiba Bangunlah, Perang Sudah Berakhir
Dua jenazah tiba di rumah sakit di Jalur Gaza dalam 48 jam terakhir, kata kementerian, salah satunya telah ditemukan dari bawah reruntuhan.
Disebutkan bahwa lonjakan jumlah korban tewas terakhir disebabkan oleh fakta bahwa data terkait 299 jenazah telah diproses dan disetujui oleh pihak berwenang.
Jumlah korban terbaru ini muncul ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingati Hari Solidaritas Internasional dengan Rakyat Palestina, yang jatuh pada tanggal 29 November setiap tahun.
"Dalam banyak hal, tragedi ini telah menguji norma dan hukum yang telah menjadi pedoman komunitas internasional selama beberapa generasi," kata Sekjen PBB, Antonio Guterres dalam sebuah pernyataan sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Gulf News, Minggu, 30 November 2025.
"Pembunuhan begitu banyak warga sipil, pengungsian berulang kali terhadap seluruh penduduk, dan terhambatnya bantuan kemanusiaan seharusnya tidak pernah dapat diterima dalam keadaan apa pun," lanjutnya.
Meskipun gencatan senjata telah tercapai, wilayah Palestina masih berada dalam krisis kemanusiaan yang mendalam.
Meski begitu, gencatan senjata baru-baru ini menawarkan secercah harapan. Kini, sangat penting bagi semua pihak untuk sepenuhnya menghormatinya dan bekerja dengan itikad baik menuju solusi yang memulihkan dan menegakkan hukum internasional.
Perang besar Gaza dipicu oleh serangan mendadak Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, yang mengakibatkan tewasnya 1.221 orang. Selain itu, militan juga menculik 251 orang ke Gaza.
Serangan terbesar Hamas itu merupakan bentuk perlawanan atas penjajahan dan penindasan yang sudah berlangsung puluhan tahun.