
UPdates - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan kecaman terhadap aliansi militer Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
You may also like :
Israel Serang Kantor Presiden Iran, Intelijen Iran Klaim Tahu Lokasi Netanyahu
Kecaman senada juga ia lontarkan kepada sejumlah negara-negara sekutu AS di luar Eropa seperti Korea Selatan, Jepang, hingga Australia karena tak membantu Amerika Serikat berperang melawan Iran.
You might be interested :
Teror Pantai Bondi: Penjual Buah Ahmed al Ahmed Viral Rebut Senjata Penembak, Ditembak Dua Kali
Saat konferensi pers di Gedung Putih pada Senin, 6 April 2026, Trump menyebut para sekutu AS tak berbuat apa-apa membantu Paman Sam selama perang dengan Iran yang berlangsung sejak 28 Februari lalu.
"Begini, kami ke NATO. Saya tidak meminta dengan tegas, saya hanya berkata, 'Hei, jika Anda ingin membantu, bagus'," ucap Trump, sebagaimana disadur dari AFP.
Trump bahkan menudingNATO benar-benar tidak berupaya membantu AS dalam konflik ini. Ia pun menyebut NATO sebagai "macan kertas", yang menurutnya terlihat kuat padahal sebenarnya lemah.
"Aliansi itu adalah macan kertas," ejek Trump.
Dalam kesempatan itu, Trump juga memamerkan usaha yang selama ini dilakukan AS untuk membantu sekutu-sekutu di belahan dunia lainnya. Ia menyinggung bagaimana selama ini AS merogoh kocek dan logistik untuk menempatkan ribuan pasukan AS di Jepang hingga Korea Selatan.
"Kita punya 50 ribu tentara di Jepang untuk melindungi mereka dari Korea Utara. Kami juga punya 45 ribu prajurit di Korea Selatan. Tapi mereka tak berbuat apa-apa," ucap Trump, disadur dari Al Jazeera.
Trump mengungkap bahwa akar Perselisihan Amerika Serikat dan NATO berawal dari rencananya mencaplok Greenland.
"Kami menginginkan Greenland. Mereka tidak mau memberikannya kepada kami. Dan saya berkata, 'selamat tinggal'," kata Trump.