Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. (foto:Dok.BPMI Setwapres)

Masjid Negara IKN Hampir Rampung, Wapres Gibran: Targetkan Digunakan Salat Idulfitri 2026

1 January 2026
Font +
Font -

UPdates - Pembangunan Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur telah mendekati tahap akhir.

You may also like : img 7206Prabowo Teken Perpres, IKN Jadi Ibu Kota Politik di 2028

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengungkapkan bahwa  Masjid Negara ditargetkan rampung pada 15 Februari 2026.

You might be interested : oplus 0Hasil Liga 1: PSM Makassar Ditahan Imbang 10 Pemain Persik Kediri 1-1

Menurut Wapres Gibran, progres konstruksi Masjid Negara saat ini telah mencapai 98,4 persen.

“Masjid ini dirancang tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai simbol identitas Islam yang rahmatan lil ‘alamin di ibu kota baru Indonesia,” ujar Wapres, dilansir Keidenesia.TV dari laman setneg.go.id, Kamis, 1 Januari 2026.

Wapres menambahkan, pada tahap pertama masjid ini ditargetkan dapat dimanfaatkan untuk pelaksanaan Salat Idulfitri 2026.

“Pada tahap pertama, masjid ini memiliki kapasitas sekitar 29 ribu jemaah dari total rencana 60 ribu jemaah, dan ditargetkan dapat digunakan untuk pelaksanaan Salat Idulfitri tahun 2026. Karena itu, percepatan pembangunan dan penjagaan kualitas pekerjaan menjadi hal yang terus kami kawal bersama,” imbuhnya.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono yang turut mendampingi Wapres dalam peninjauan Masjid Negara menyampaikan bahwa Wapres memberikan perhatian khusus pada kualitas desain, progres pekerjaan, serta kesiapan masjid untuk segera dimanfaatkan sebagai sarana ibadah.

Menurut Basuki, Wapres mengapresiasi konsep Masjid Negara yang memiliki desain berbeda dari masjid pada umumnya, baik dari bentuk bangunan maupun keterhubungannya dengan kawasan peribadatan lain di IKN.

“Beliau menyampaikan apresiasi terhadap kualitas desain masjid yang berbeda dengan masjid-masjid pada umumnya. Masjid di IKN ini berbentuk serban dan dirancang dengan kapasitas sekitar 20 ribu jemaah pada tahap awal, yang nantinya dapat dikembangkan hingga 60 ribu jemaah,” ujarnya.

Basuki menambahkan, Wapres juga meminta agar penyelesaian pekerjaan dipercepat dengan tetap menjaga mutu, sehingga masjid dapat mulai digunakan pada bulan Ramadan.

“Beliau meminta supaya segera diselesaikan, sehingga pada bulan Ramadan nanti masjid sudah bisa dipakai untuk ibadah tarawih dan dilanjutkan dengan pelaksanaan Salat Idulfitri,” lanjutnya.

Masjid Raya Nusantara berdiri di atas lahan seluas 32.125 meter persegi untuk area masjid, 2.221 meter persegi area komersial, dan 7.340 meter persegi area penunjang.

Luas bangunan masjid mencapai 76.647 meter persegi, dilengkapi area komersial seluas 4.080 meter persegi dan area penunjang 3.456 meter persegi, dengan struktur bangunan empat lantai dan dua lantai mezzanine.

 

Font +
Font -