Soetjipto "Gareng" Soentoro menjadi mimpi buruk Irak di Kualifikasi Olimpiade Meksiko 1968. (Foto: Wikipedia)

Memori Kemenangan Indonesia Atas Irak: Saat Gareng Melukai Singa Mesopotamia

10 October 2025
Font +
Font -

UPdates—Timnas Indonesia akan menghadapi Irak dalam laga hidup mati Grup B Babak Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Minggu, 12 Oktober 2025, lusa.

You may also like : mal terbakarMal Baru Diresmikan Terbakar, 55 Orang Tewas di Irak

Seperti halnya saat menghadapi tuan rumah Arab Saudi di laga pertama, ini akan menjadi pertandingan super sulit bagi tim Garuda.

You might be interested : skuat final timnas vs jepangReza Arya, Asnawi, dan Ramadhan tak Masuk Skuat, Ini Susunan Pemain Jepang vs Indonesia

Merujuk pada rangking FIFA dan rekor pertemuan kedua negara, Irak tentu favorit. Mereka berada di atas dan sangat superior atas Indonesia.

Namun, ini adalah 90 menit penentuan bagi Indonesia untuk menjaga asa lolos ke Piala Dunia tahun depan dan Skuad Garuda harus tampil habis-habisan untuk memenangkan pertandingan.

Meski sejarah pertemuan memihak Irak, Indonesia punya memori manis mengalahkan timnas berjuluk Singa Mesopotamia itu.

Pada pertemuan pertama kedua negara di Kualifikasi Olimpiade Meksiko 1968 Grup 2, Tim Garuda mampu menaklukkan Irak di tempat netral, Rajamangala Stadium, Bangkok, Thailand.

Sebagaimana dilansir dari Kompas edisi Kamis, 18 Januari 1968 halaman 2, Indonesia saat itu menang 2-1 atas Irak.

Gol-gol kemenangan Indonesia dicetak di babak pertama. Peng Hong membuka skor pada menit ke-32.

Menerima umpan dari penyerang tengah Soetjipto "Gareng" Soentoro, Peng Hong melepaskan tembakan keras dari jarak tiga meter yang tidak bisa diantisipasi kiper Irak, Latif.

Gol kedua Indonesia dicetak Soetjipto "Gareng" Soentoro. Legenda Persija Jakarta itu menerobos pertahanan Irak sebelum melepaskan tembakan jarak dekat.

Di babak kedua, Irak menyerang bertubi-tubi dan mencetak gol lewat penyerang tengah mereka, Nori Dhiyab (Nouri Dhiab versis Wikipedia).

Nori Dhiyab mencetak gol setelah bekerja sama dengan gelandang kiri, Daud. Dhiyab melepaskan tembakan keras dari jarak dua meter yang tidak bisa dibendung kiper Indonesia, Judo Hadianto yang kala itu dianggap sebagai penjaga gawang terbaik di Asia.

Di babak kedua, Indonesia mendapat dua peluang emas yang gagal dimaksimalkan menjadi gol. Sementara kiper Judo Hadianto melakukan tiga save atau penyelamatan gemilang yang membantu Indonesia mempertahankan keunggulan 2-1.

Empat hari kemudian atau pada 22 Januari 1968, di stadion yang sama, Indonesia kembali bertemu Irak.

Penyerang Soetjipto "Gareng" Soentoro sempat membawa Indonesia unggul 1-0 melalui golnya di menit ke-22 sebelum Irak membalas pada menit ke-60 yang memastikan laga berakhir 1-1.

Itu adalah memori yang indah bagi timnas dan alasan untuk optimis bahwa Tim Garuda bisa mengalahkan Irak.

Pelatih Indonesia, Patrick Kluivert hanya butuh “Gareng” dan “Judo” serta penampilan hebat seperti 57 tahun lalu untuk kembali melukai Singa Mesopotamia.

Kluivert sendiri berjanji timnya akan bangkit dan ia bekerja keras mempersiapkan pertandingan besar ini setelah kekalahan 2-3 dari Arab Saudi.

"Kami akan menghadapi Irak, jadi sekarang waktunya untuk menganalisis dan kembali lebih kuat melawan mereka. Pertandingan melawan Irak itu penting, itu fakta," ujar Kluivert dalam konferensi pers usai laga kontra Arab Saudi sebagaimana dilansir keidenesia.tv, Jumat, 10 Oktober 2025.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

portrait of rev martin luther king jr u l p74hmb0

Martin Luther King Jr

"Ada saatnya ketika diam adalah pengkhianatan."
Load More >