
UPdates - Laga pekan ke-17 BRI Super League 2025/26 antara Persebaya Surabaya dan Malut United akan berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Sabtu, 10 Januari 2026 pukul 15.30 WIB.
You may also like :
Siap Tempur, Begini Kehebatan Savio Roberto, Jenderal Lapangan PSM di BRI Super League
Laga yang menjadi titik awal era baru Persebaya sekaligus menandai debut Bernardo Tavares sebagai pelatih kepala Persebaya.
You might be interested :
Kiper PSM Hilman Syah Sabet ‘Save Of The Month November’ BRI Super League 2025/26
Meski mengaku waktu persiapan yang dimiliki sangat terbatas, namun, mantan pelatih PSM Makassar ini menilai timnya dalam tren positif dengan modal mental yang cukup baik.
“Ini akan menjadi pertandingan pertama saya sebagai pelatih kepala Persebaya. Sayangnya, kami tidak memiliki banyak waktu untuk bekerja bersama tim. Namun, tim datang dengan momentum yang cukup baik setelah meraih kemenangan,” kata pelatih asal Portugal itu, dilansir Keidenesia.TV dari laman LigaIndonesiaBaru, Sabtu, 10 Januari 2026.
“Kami tahu bahwa pertandingan melawan Malut United akan sangat sulit, karena Malut United adalah salah satu tim yang mengeluarkan banyak biaya dan merekrut pemain-pemain berkualitas serta berpengalaman untuk mencoba menjadi juara,” imbuhnya.
Apalagi catatan pertemuan musim lalu juga belum berpihak pada Persebaya. Dimana musim lalu dan seluruh lawan Malut United tidak pernah menang.
"Saat ini mereka sedang berada dalam momen yang bagus, memenangkan banyak pertandingan. Mereka adalah salah satu tim yang paling banyak mencetak gol di liga dan juga salah satu tim dengan kekalahan paling sedikit,” ujar Bernardo Tavares.
Dalam situasi tersebut, Bernardo menaruh harapan besar pada kekuatan tribun Gelora Bung Tomo.
“Namun untuk besok (hari ini, red), saya berharap para pendukung kami, Bonek dan Bonita, datang ke stadion dan menunjukkan antusiasme seperti yang sudah mereka tunjukkan kepada saya ketika saya masih menjadi pelatih lawan,” sambungnya.
Termasuk dengan dukungan suporter yang datang langsung ke stadion dapat mengubah cara pemain mengambil keputusan di lapangan.
“Jika para pendukung datang dengan antusiasme dan menyalurkan energi itu kepada para pemain, pemain akan merasa, ‘Oke, saya bisa mengambil risiko’,” pungkas pelatih berlisensi UEFA Pro itu.