
UPdates—Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto mengimbau mahasiswa dan dosen menggunakan sepeda atau berjalan kaki ke kampus.
You may also like :
Mendiktisaintek: KIP Kuliah 2025 Secara Resmi Saya Buka
Imbauan ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menghemat energi sebagai dampak dari dinamika global.
You might be interested :
Data Mahasiswa Indonesia Dijual di Dark Web, DPR: Ini Berbahaya
Brian mengatakan, berjalan kaki atau bersepeda tidak akan menurunkan derajat maupun status sosial.
Menurutnya, di negara-negara maju seperti Eropa sudah lebih dahulu membiasakan berjalan kaki dan bersepeda.
"Dulu sebenarnya kita sudah terbiasa ada yang jalan kaki, naik sepeda. Itu barang kali juga diharapkan mulai terbiasa," ujar Mendiktisaintek, Brian Yuliarto dalam acara Halalbihalal bersama media, di Kantor Kemendiktisaintek, Senin, 6 April 2026 sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari RRI.co.id.
Brian menyarankan, jika bersepeda manual memberatkan, mahasiswa dan masyarakat bisa menggunakan sepeda listrik untuk memudahkan menghadapi tantangan kondisi wilayah.
"Kalau berat (karena tanjakan), bisa pakai sepeda listrik. Itu membantu mobilitas, dari yang masih tergantung menggunakan BBM bersubsidi, diubah menjadi kebiasaan lebih sehat," ujar Brian.
Imbauan serupa sebelumnya sudah dilontarkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti. Ia pernah mengimbau anak-anak yang tinggal dekat dengan sekolah untuk berjalan kaki atau bersepeda.
"Sebaiknya orang tua tidak mengantarkan anaknya dengan kendaraan pribadi yang berlebihan begitu. Kalau jaraknya tidak jauh, ya naik sepeda atau jalan kaki, yang penting aman dan nyaman," kata Mu'ti pada 1 April 2026 lalu.