
UPdates—Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon menyebut Indonesia masih kekurangan layar lebar (bioskop) untuk mendukung pertumbuhan industri film nasional.
You may also like :
Menbud Fadli Zon Pastikan Buku Sejarah Indonesia Versi Terbaru Terbit Pada 17 Agustus 2025
Itu ditegaskan Fadli kepada wartawan usai acara Nobar Film: Darah dan Doa dalam acara Literasi Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri, CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu, 1 April 2026.
You might be interested :
Sejarah Hari Ini, 17 Oktober: Hari Kebudayaan Nasional
Kebutuhan layar bioskop di Indonesia diperkirakan sekitar 10.000 layar. Namun, saat ini jumlah yang tersedia baru berkisar 2.300 hingga 2.500 layar.
"Kalau tidak salah kebutuhan layar kita itu adalah 10.000 layar. Tetapi yang kita miliki kurang lebih 2.300-2.500 layar, artinya potensi perfilman kita ini luar biasa ke depan," kata Fadli sebagaimana dilansir Keidenesia.tv pada Rabu, 1 April 2026.
Politikus Gerindra itu juga menjelaskan bahwa dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta jiwa serta kekayaan cerita yang melimpah, Indonesia memiliki peluang besar mengembangkan industri film.
Menurutnya, Indonesia merupakan negara dengan tingkat keanekaragaman yang sangat tinggi atau mega-diversity. Baik dari segi budaya, bahasa, maupun suku bangsa.
"Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote, cerita yang lahir dari keberagaman ini sangat banyak," kata Fadli.
Indonesia kata dia memiliki sekitar 1.340 kelompok etnik dan 718 bahasa, atau sekitar 10 persen dari total bahasa di dunia.
Kebudayaan menurutnya tidak hanya mencakup seni, tetapi juga berbagai aspek lain seperti manuskrip. Dalam konteks ini, film menjadi salah satu medium penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke dunia.
"Di dalam film terdapat berbagai ekspresi budaya, mulai dari akting, musik, tari, sastra, bahasa, fesyen dan kuliner. Semua bisa diperkenalkan melalui film," jelas Fadli.
Kementerian Kebudayaan saat ini sedang fokus pada pengembangan SDM melalui program manajemen talenta nasional di lima bidang, yakni seni rupa, film, musik, seni pertunjukan, dan sastra.
Upaya ini diharapkan dapat mendorong kemajuan industri film Indonesia agar semakin berdaya saing di tingkat global.
"Kita harapkan tentu bersama-sama dengan para sineas kita ingin memajukan film Indonesia, di tengah peradaban dunia," ujarnya.