Menteri Kebudayaan, Fadli Zon (Foto: Kementerian Kebudayaan)

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Sebut Indonesia Kekurangan Bioskop

1 April 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan bahwa Indonesia masih kekurangan layar lebar atau bioskop untuk mendukung pertumbuhan industri film nasional, dengan kebutuhan sekitar 10.000 layar namun hanya tersedia sekitar 2.300-2.500 layar.
  • Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri film karena jumlah penduduk yang besar dan kekayaan cerita yang melimpah, serta keanekaragaman budaya, bahasa, dan suku bangsa yang sangat tinggi.
  • Fadli Zon menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara dengan tingkat keanekaragaman yang sangat tinggi, dengan sekitar 1.340 kelompok etnik dan 718 bahasa, yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan film.
  • Film menjadi salah satu medium penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke dunia, karena di dalam film terdapat berbagai ekspresi budaya seperti akting, musik, tari, sastra, bahasa, fesyen, dan kuliner.
  • Kementerian Kebudayaan fokus pada pengembangan SDM melalui program manajemen talenta nasional di lima bidang, yakni seni rupa, film, musik, seni pertunjukan, dan sastra, untuk mendorong kemajuan industri film Indonesia.
  • Tujuan dari upaya ini adalah untuk memajukan film Indonesia agar semakin berdaya saing di tingkat global, sehingga dapat memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke dunia.
  • Dengan demikian, diharapkan industri film Indonesia dapat berkembang pesat dan menjadi salah satu yang terkemuka di dunia.
atau

UPdates—Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon menyebut Indonesia masih kekurangan layar lebar (bioskop) untuk mendukung pertumbuhan industri film nasional.

You may also like : j79hw8flzbbhn8dMenbud Fadli Zon Pastikan Buku Sejarah Indonesia Versi Terbaru Terbit Pada 17 Agustus 2025

Itu ditegaskan Fadli kepada wartawan usai acara Nobar Film: Darah dan Doa dalam acara Literasi Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri, CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu, 1 April 2026.

You might be interested : pexels wayan yatika 2156618359 34297630Sejarah Hari Ini, 17 Oktober: Hari Kebudayaan Nasional

Kebutuhan layar bioskop di Indonesia diperkirakan sekitar 10.000 layar. Namun, saat ini jumlah yang tersedia baru berkisar 2.300 hingga 2.500 layar.

"Kalau tidak salah kebutuhan layar kita itu adalah 10.000 layar. Tetapi yang kita miliki kurang lebih 2.300-2.500 layar, artinya potensi perfilman kita ini luar biasa ke depan," kata Fadli sebagaimana dilansir Keidenesia.tv pada Rabu, 1 April 2026.

Politikus Gerindra itu juga menjelaskan bahwa dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta jiwa serta kekayaan cerita yang melimpah, Indonesia memiliki peluang besar mengembangkan industri film.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara dengan tingkat keanekaragaman yang sangat tinggi atau mega-diversity. Baik dari segi budaya, bahasa, maupun suku bangsa.

"Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote, cerita yang lahir dari keberagaman ini sangat banyak," kata Fadli.

Indonesia kata dia memiliki sekitar 1.340 kelompok etnik dan 718 bahasa, atau sekitar 10 persen dari total bahasa di dunia.

Kebudayaan menurutnya tidak hanya mencakup seni, tetapi juga berbagai aspek lain seperti manuskrip. Dalam konteks ini, film menjadi salah satu medium penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke dunia.

"Di dalam film terdapat berbagai ekspresi budaya, mulai dari akting, musik, tari, sastra, bahasa, fesyen dan kuliner. Semua bisa diperkenalkan melalui film," jelas Fadli.

Kementerian Kebudayaan saat ini sedang fokus pada pengembangan SDM melalui program manajemen talenta nasional di lima bidang, yakni seni rupa, film, musik, seni pertunjukan, dan sastra.

Upaya ini diharapkan dapat mendorong kemajuan industri film Indonesia agar semakin berdaya saing di tingkat global.

"Kita harapkan tentu bersama-sama dengan para sineas kita ingin memajukan film Indonesia, di tengah peradaban dunia," ujarnya.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

russell

Bertrand Russell

"Perang tidak menentukan siapa yang benar, hanya siapa yang tersisa"
Load More >