
UPdates—Ketegangan meningkat di dalam lembaga keamanan Israel — khususnya antara Angkatan Bersenjata Israel (IDF) dan badan intelijen Mossad.
You may also like :
Amerika Beri Israel Waktu 1 Minggu Akhiri Perang, Terlalu Remehkan Iran dan Dampak Perang
Menurut sumber, beberapa tokoh militer mengkritik dinas intelijen, mengklaim bahwa Mossad meremehkan ketahanan Iran.
You might be interested :
Israel Siapkan Operasi "Neraka" di Gaza
Menurut pandangan mereka, komunitas intelijen percaya bahwa pemerintah Teheran dapat runtuh dengan cepat — sebuah skenario yang terkait dengan pembunuhan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan tokoh-tokoh kunci lainnya, dikombinasikan dengan serangan skala besar pada sistem komando dan kendali.
Seperti dilaporkan oleh Walla, para pejabat militer berpendapat bahwa harapan akan keruntuhan yang cepat tidak terwujud.
Iran telah menderita kerugian serius, tetapi pemerintah tetap bertahan. Dengan latar belakang ini, tuduhan tentang penilaian yang salah mulai muncul.
Laporan Cursor yang dilansir Keidenesia.tv dari News.am, Rabu, 25 Maret 2026, Mossad menolak kritik tersebut.
Mereka yang terlibat dalam perencanaan operasi mengatakan bahwa dinas intelijen tidak pernah menjanjikan kejatuhan rezim yang cepat, menekankan bahwa penilaian mereka bersifat hati-hati.
Kepala Mossad, David Barnea, menyampaikan penilaian tersebut sebelumnya, dengan memberi pengarahan kepada kabinet dan pimpinan senior Israel dan AS. Menteri Pertahanan Israel Katz juga berpartisipasi dalam diskusi tersebut.
Menurut sumber, Mossad berbicara tentang jangka waktu yang panjang — berbulan-bulan, atau bahkan setahun atau lebih. Kemungkinan terjadinya pemberontakan domestik yang cepat dinilai rendah. Intelijen militer juga menyampaikan posisinya sendiri sebelum peluncuran operasi.
Beberapa sumber percaya bahwa sebagian kritik berasal dari Amerika Serikat, di mana terdapat faksi-faksi yang menentang operasi tersebut.
Sementara itu, di dalam Israel, ketegangan bukanlah hal baru — ketegangan meningkat selama kampanye sebelumnya, ketika publikasi video yang menampilkan agen Mossad memicu frustrasi di kalangan militer, dengan para prajurit merasa bahwa dinas intelijen berusaha mengklaim keberhasilan angkatan udara.
Kedua pihak terus saling tuding. Terlepas dari itu, operasi Mossad terus berlangsung, dilakukan dalam koordinasi erat dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Semua tindakan disetujui oleh kepemimpinan politik, dan kabinet menerima pengarahan secara berkala. Ketegangan terkait Iran saat ini masih jauh dari selesai.