
UPdates—Militer Yaman pada hari Sabtu waktu setempat menyatakan telah menewaskan sedikitnya 700 petempur Houthi dalam 257 operasi di berbagai front pertempuran.
You may also like :
Saudi Tuduh Houthi Serang Pembangkit Listrik di Madinah yang Suplai Masjid Nabawi
Juru bicara militer Kolonel Majed al-Nuzaili dalam sebuah pernyataan di media sosial mengatakan pasukan pemerintah melancarkan operasi tersebut menggunakan pesawat tempur, pesawat nirawak (drone), artileri, rudal, dan peluncur roket.
You might be interested :
Kesepakatan Rahasia Assad dan Israel, Nyawa Ditukar Info Pangkalan Militer Suriah
Operasi tersebut mencakup wilayah Sanaa, Midi, Baqim, serta front di Al-Jawf, Marib, Al-Bayda, dan Lahj, dengan fokus utama operasi dipusatkan di front Taiz.
Sasaran operasi meliputi pusat komando dan kendali, konsentrasi pasukan, penumpukan kekuatan tempur dan pasukan cadangan, gudang senjata dan amunisi, serta jalur pasokan dan transportasi militer.
Berdasarkan perkiraan awal di lapangan, operasi tersebut melumpuhkan sedikitnya 700 petempur Houthi dan menghancurkan sasaran militer strategis serta bernilai tinggi, termasuk 170 kendaraan tempur dan aset lainnya, ujar juru bicara tersebut.
Kerugian tersebut berdampak langsung pada kemampuan tempur kelompok itu dan membatasi kemampuan mereka untuk melanjutkan serangan terhadap warga sipil di rumah dan desa mereka, katanya.
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Minggu, 4 Oktober 2026, belum ada tanggapan segera dari pihak Houthi terkait klaim militer Yaman tersebut.
Yaman dilanda konflik sejak kelompok Houthi merebut Sanaa dan beberapa provinsi pada tahun 2014, yang memicu intervensi koalisi pimpinan Arab Saudi pada tahun 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Gencatan senjata tahun 2022 berakhir pada bulan Juli 2026, dan pertempuran kembali meningkat sejak saat itu.