
UPdates - Ketua Umum (Ketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa pihaknya mendukung perubahan sistem pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) tidak langsung atau dipilih melalui DPRD.
You may also like :
Ide Gubernur Ditunjuk Langsung Oleh Presiden Dinilai Berpotensi Inkonstitusional
Ia menjelaskan bahwa alasan PKB mendukung Pilkada tidak langsung, atau dipilih melalui DPRD, untuk mengurangi tensi politik. Sehingga hal itu diungkapkannya, dapat memberikan batasan dalam kompetisi pesta demokrasi Pilkada.
You might be interested :
Insiden Penembakan 5 WNI, DPR: Malaysia harus Terbuka, jangan Ada yang Ditutup-tutupi
"PKB setuju, kami dari dulu menginginkan Pilkada melalui DPR. Kompetisi politik saatnya dibatasi, tidak setiap hari, tetapi pada saat-saat tertentu, sehingga lebih produktif bangsa kita," kata Ketum PKB yang akrab disapa Cak Imin ini, usai bersama para kader PKB bertemu Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu, 4 Februari 2026.
Sebab menurutnya, pelaksanaan Pilkada yang dilakukan melalui pemilihan langsung di masyarakat, menimbulkan ketatnya kompetisi politik Pilkada.
Bahkan, Cak Imin menuturkan, Pilkada langsung kerap menimbulkan gesekan dan meningkatkan tensi politik lokal.
"Pilkada menjadi panasnya politik yang tidak pernah berhenti. Sehingga mungkin kontestasi politik hanya dibatasi pada Pilpres," ujarnya, sebagaimana dilansir Keidenesia.TV dari RRI.
Cak Imin sebelumnya juga menyatakan bahwa dalam wacana perubahan sistem Pilkada, PKB juga turut membahasnya bersama Presiden Prabowo. Dalam pembahasan itu PKB, sambungnya, mendukung adanya perubahan sistem Pilkada, untuk menciptakan suasana yang kondusif.
"Salah satunya adalah Pilkada yang tentu menjadi program untuk dikembalikan pada sistem yang lebih kondusif. Soal kapan, belum waktunya kita membahas itu, di DPR juga belum, nanti pada saatnya," imbuh Cak Imin.
