Home → Program →

Nadiem di Persimpangan Sejarah!

14 June 2026

The K Facts - Di negeri yang dulu percaya bahwa pendidikan adalah jalan pulang menuju masa depan, tumbuh seorang anak muda bernama Nadiem Makarim.

 

Lahir di Singapura pada 4 April 1984, Jakarta membesarkan langkahnya, sebelum Amerika menempa pikirannya di Brown University dan Harvard Business School.

You might be interested : gemini generated image ks6qheks6qheks6qDaftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama di Bulan Mei 2026

Lalu dari hiruk pikuk jalanan ibu kota, ia melihat sesuatu yang tak dilihat banyak orang.

 

Tukang ojek, kemacetan, dan kekacauan kota diubahnya menjadi sebuah gagasan besar bernama Gojek.

 

Dari sebuah ide sederhana, Gojek menjelma menjadi kerajaan digital. Transportasi, makanan pembayaran, hingga logistik, semua masuk ke dalam satu genggaman.

Nama Nadiem pun melambung.

Ia dipuja sebagai wajah generasi baru Indonesia, muda, cerdas, progresif, dan penuh terobosan.

 

Hingga pada Oktober 2019, kekuasaan mengetuk pintunya.

 

Presiden Joko Widodo memanggilnya masuk ke kabinet sebagai Menteri Pendidikan.

 

Datang membawa semangat “Merdeka Belajar”, Nadiem berbicara tentang digitalisasi, kreativitas, dan masa depan pendidikan Indonesia.

Namun, sejarah sering kali kejam kepada mereka yang terlalu cepat berlari.

 

Ketika pandemi Covid-19 menyerang,
kementeriannya menjalankan proyek pengadaan laptop chromebook untuk sekolah-sekolah.

 

Proyek yang awalnya digadang menjadi simbol modernisasi pendidikan justru berubah menjadi jerat hukum.

 

Kejaksaan Agung menyelidiki dugaan korupsi pengadaan laptop chromebook periode 2019 hingga 2022.

 

Satu demi satu nama diperiksa. Dokumen disita, kantor digeledah.

 

Hingga akhirnya, nadiem pun ditetapkan sebagai tersangka.

 

Jaksa menyebut negara diduga merugi hingga Rp2,18 triliun.

Nadiem dituntut 18 tahun penjara denda Rp1 miliar, serta uang pengganti mencapai Rp5,6 triliun.

Nadiem membantah semua tuduhan itu.

Dan di titik ini, publik pun terbelah.

 

Sebagian melihatnya sebagai terdakwa, sebagian lain melihatnya sebagai sosok yang sedang dikriminalisasi.

Tapi hukum tidak pernah berdiri di atas kesan. Hukum berdiri di atas bukti, prosedur, dan pembuktian.

Kini, nasib seorang Nadiem Makarim tak lagi ditentukan oleh panggung startup atau gemerlap citra inovasi.

Melainkan oleh ruang sidang yang akan menjawab satu pertanyaan besar.

Ini tentang kriminalisasi, atau memang tentang korupsi kekuasaan.

Our Program

Related Video

Latest UPdates