
UPdates—Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar menegaskan pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus utama Kementerian Agama (Kemenag) dalam mendukung implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
You may also like :
MQK Internasional 2025 di Pesantren As’adiyah, Menag: Sangat Bersejarah
Berbagai program di bidang pendidikan, kesehatan, pesantren, hingga pemberdayaan ekonomi umat terus diperkuat untuk mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
You might be interested :
Banjir Kecaman, PBNU Sebut Gus Elham Nodai Dakwah
Menag menyampaikan itu saat memberikan sambutan pada Zikir dan Doa Kebangsaan bertema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur" di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Zikir dan Doa Kebangsaan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurut Nasaruddin, pembangunan manusia merupakan investasi jangka panjang yang menjadi fondasi kemajuan bangsa. Karena itu, Kementerian Agama terus mengakselerasi berbagai program prioritas pemerintah sebagai bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.
"Kami bersyukur dapat berkontribusi menyukseskan berbagai program prioritas Presiden. Investasi terbesar bangsa ini adalah membangun manusia," ujar Nasaruddin sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Info Publik.
Di sektor kesehatan, Menag menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah memberikan manfaat kepada lebih dari 11 juta siswa dan santri di bawah pembinaan Kementerian Agama.
Sementara Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau lebih dari 1,2 juta siswa dan santri.
Menurutnya, kedua program tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas generasi muda melalui pemenuhan gizi dan layanan kesehatan sejak usia sekolah.
Pada sektor pendidikan, Kementerian Agama terus memperluas akses pendidikan berkualitas melalui berbagai program bantuan.
Hingga saat ini, sekitar 5,1 juta siswa di lingkungan Kementerian Agama menerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP), sedangkan 289.295 mahasiswa perguruan tinggi keagamaan memperoleh Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Selain itu, sejumlah mahasiswa berprestasi juga memperoleh beasiswa untuk melanjutkan studi ke berbagai perguruan tinggi di Amerika Serikat, Eropa, dan Timur Tengah sebagai bagian dari upaya mencetak kader bangsa yang memiliki wawasan global sekaligus memperkuat moderasi beragama.
Transformasi pendidikan juga dilakukan melalui peningkatan mutu satuan pendidikan keagamaan. Menag mengungkapkan, pemerintah telah merevitalisasi 556 madrasah dan sekolah keagamaan, membangun 352 madrasah serta 34 perguruan tinggi keagamaan negeri, sekaligus mempercepat digitalisasi pembelajaran melalui distribusi 2.180 papan interaktif digital kepada 551 madrasah.
Di bidang peningkatan kualitas tenaga pendidik, Kementerian Agama juga memperluas pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Menurut Nasaruddin, pemberian tunjangan profesi guru mengalami peningkatan hingga 700 persen, yang disebutnya sebagai kenaikan tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Kementerian Agama juga memperkuat pendidikan karakter melalui pengembangan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang menanamkan nilai toleransi, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap lingkungan.
Program tersebut diperkuat melalui gerakan ekoteologi, seperti penanaman sejuta pohon, pelestarian mangrove dan terumbu karang, serta pemanfaatan eco enzyme sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan hidup berbasis nilai-nilai keagamaan.
Perhatian pemerintah terhadap pengembangan pesantren juga semakin diperkuat. Nasaruddin menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren, yang dinilai menjadi tonggak penting dalam penguatan kelembagaan pesantren dan pemberdayaan ekonomi pesantren di Indonesia.
"Selama ini pembinaan pesantren hanya berada pada tingkat direktorat. Kini meningkat menjadi Direktorat Jenderal, sehingga pengembangan pesantren memiliki dukungan kelembagaan yang lebih kuat," katanya.
Selain pembangunan SDM, Kementerian Agama terus memperkuat sektor filantropi Islam. Sepanjang 2025, penghimpunan zakat nasional meningkat 12 persen menjadi Rp44,6 triliun, sedangkan penghimpunan wakaf uang mencapai sekitar Rp4,7 triliun.
Pengembangan 514 titik inkubasi wakaf produktif juga terus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas aset wakaf, membuka lapangan kerja, dan memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Menag menegaskan seluruh capaian tersebut merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan manusia sebagai prioritas utama.
"Seluruh capaian ini bukan garis akhir, melainkan amanah untuk terus meningkatkan pen gabdian kepada umat, bangsa, dan negara. Bangsa yang besar tidak hanya dibangun oleh kekuatan ekonomi dan teknologi, tetapi juga oleh kualitas manusianya, keluhuran akhlak, serta kokohnya kerukunan," ujar Nasaruddin.