
UPdates—Nama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Nusron Wahid disebut dalam sidang kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan tahun 2023-2024.
You may also like :
Heboh Gedung KPK Terbakar, Ternyata Asap Misterius Dipicu Fogging
Menanggapi hal itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bakal menindaklanjuti fakta persidangan yang mengungkapkan dugaan aliran uang kuota haji tambahan ke Nusron Wahid selaku Ketua Pansus Haji 2024.
You might be interested :
Diskusi Ricuh di UGM, Menteri dan Wamen Dievakusi Patwal, Sudaryono: Saya Merasa Ada yang Memukul Saya
"Jaksa Penuntut Umum KPK tentu akan telaah dan analisis setiap keterangan yang muncul dalam persidangan," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari CNN Indonesia, Rabu, 2 September 2026.
Budi menjelaskan, "Yang pada pokoknya, tentu setiap fakta persidangan penting untuk proses pembuktian perkara ini, karena akan mengungkap konstruksi perkara ini secara utuh."
Sebelumnya, dalam persidangan yang digelar pada 1 September malam hingga dini hari, terdakwa kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan tahun 2023-2024, Ishfah Abidal Azis alias Gus Alex, dan mantan Staf Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Syaiful Bahri alias Bahri alias Bajak Laut mengonfirmasi penyerahan uang senilai sekitar US$400.000 ke Pansus Haji DPR RI.
"Apakah saudara saksi tahu bahwa pada waktu saudara saksi saya minta, saya minta saudara saksi untuk ketemu seseorang bernama Erik untuk menyerahkan sejumlah uang sebesar US$400 ribu itu adalah untuk memenuhi permintaan saudara Zainal Abidin, temannya Pak Nusron Wahid?" tanya Ishfah kepada Syaiful Bahri.
"Waktu itu saya tidak tahu, Pak. Tetapi setelah beberapa hari saya nanya ke Bapak, itu sebenarnya siapa, baru Bapak kasih tahu gitu," jawab Bahri.
"Baru setelah itu saya kasih tahu bahwa saudara Zainal Abidin itu meminta, kemudian waktu itu saya minta serahkan ke dia, dia itu temannya Pak Nusron Wahid. Betul?" tanya Ishfah lagi memastikan.
"Iya," kata Bahri.