Menteri HAM Natalius Pigai. (foto:Dok.Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Natalius Pigai Ingatkan TNI-Polri dan OPM Patuhi Hukum Humaniter

18 September 2026
Font +
Font -
[ai_summarizer]

UPdates - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengingatkan TNI-Polri dan kelompok Tentara Pembebasan Nasional-Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) mematuhi hukum humaniter internasional dalam konflik bersenjata Papua.

You may also like : aris kkbSudah Nyatakan Dukung Papua Merdeka Sebagai Usaha Terakhir Bertahan Hidup, Sopir Asal Toraja Tetap Ditembak Mati

Pigai menegaskan seluruh pihak wajib melindungi warga sipil serta menghindari tindakan yang melanggar ketentuan hukum perang.

You might be interested : menteri ham natalius pigai website kemenhamPrajurit BAIS Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Batal Dipecat, Menteri HAM Pigai Bereaksi Keras dan Minta Kasasi

Pigai menegaskan aparat dan kelompok bersenjata dilarang melibatkan warga sipil dalam operasi militer maupun menjadikannya sasaran kekerasan.

Ia menilai perlindungan terhadap masyarakat sipil harus menjadi prioritas seluruh pihak selama konflik bersenjata berlangsung di Papua.

“Dalam hukum perang dan hukum humaniter, jangan sekali-kali melibatkan sipil di dalam operasi militer. Dilarang tegas,” kata Natius Pigai saat konferensi pers usai menghadiri Forum Kebijakan HAM di Jakarta, Kamis, 17 September 2026, yang dilansir Keidenesia.TV dari laman RRI.co.id.

Pigai mengingatkan OPM tidak boleh menargetkan warga sipil dengan alasan spionase maupun kepentingan intelijen dalam konflik Papua. Ia menegaskan tantangan sosiologis tidak dapat menjadi alasan aparat melibatkan warga sipil dalam operasi keamanan di Papua.

“TPN-OPM pun tidak boleh membunuh warga sipil. Tidak boleh dan nyawa manusia itu tidak boleh dibunuh, kita tidak mau,” ujarnya.

Pigai mengatakan penyelesaian konflik di Papua tidak dapat dilakukan secara reaktif dan kasuistik. Pemerintah, lanjut Pigai, perlu menggunakan pendekatan holistik dan kebijakan afirmatif untuk mewujudkan perdamaian.

Sebelumnya, tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya dilaporkan tewas ditembak kelompok TPN-OPM pada 9 September 2026. Kemudian, seorang sopir bernama Aris Sanda asal Toraja Sulsel dibunuh di kawasan Danau Habema, Papua Pegunungan pada 15 September 2026.

 

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

capture

Mark Twain

"Rahasia untuk maju adalah memulai."
Load More >