
UPdates—Pengunggah foto ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang berujung munculnya kasus hukum di pengadilan, Dian Sandi Utama menegaskan keyakinannya bahwa ijazah Jokowi asli.
You may also like :
Jokowi tak Muncul di 9 Sidang Ijazahnya, Dokter Tifa: Ini Sebenarnya Sidang Apaan
Keyakinan itu ia sampaikan dalam sidang perkara dugaan pencemaran nama baik terkait ijazah Jokowi dengan terdakwa Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis, 22 Oktober 2026.
You might be interested :
Jokowi Sebut Ada Operasi Politik di Balik Masalah Ijazahnya dan Gibran
Meski demikian, Dian Sandi mengakui dirinya memang belum pernah melihat langsung dokumen fisik ijazah yang diunggahnya tersebut.
Pernyataan ini disampaikan Dian saat menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengenai dasar keyakinannya terhadap keaslian ijazah Jokowi yang dibahas dan diunggahnya melalui akun X @DianSandiU.
"Saya mengatakan asli," tegas Dian di hadapan majelis hakim sebagaimana dilansir Keidenesia.tv, Kamis, 22 Oktober 2026.
Keyakinannya bahwa ijazah itu asli bermula pada 2018, ketika ia memperoleh informasi mengenai riwayat perkuliahan Jokowi dari Andi Pramaria, rekan kerjanya di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Menurutnya, Andi Pramaria adalah teman kuliah Jokowi di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan menjabat Kepala Dinas Kehutanan. Sementara dirinya saat itu sebagai staf khusus gubernur bidang kehutanan.
Ditegaskan Dian, ia mempercayai informasi yang disampaikan Andi Pramaria, termasuk dokumentasi foto kelulusan Jokowi yang dikirimkan kepadanya pada 2022.
"Bahkan data-data, beberapa gambar tentang kuliahnya Pak Jokowi itu, saya sempat dikirimkan tahun 2022 oleh Pak Andi Pramaria," ungkap Dian.
Ada tiga hal yang mendasari keyakinannya terkait ijazah Jokowi. Pertama, kepercayaan terhadap reputasi dan integritas Andi Pramaria. Kedua, kepercayaannya kepada Jokowi. Dan ketiga, keterangan UGM yang menyatakan Jokowi pernah berkuliah di kampus tersebut.
Di hadapan hakim, Dian mengaku pernah mencocokkan gambar ijazah yang beredar dengan tayangan acara reuni UGM pada 2022 yang ditontonnya melalui YouTube. Gambar tersebut dinilainya sama dengan yang pernah ditampilkan dalam tayangan itu.
"Saat saya mencocokkan itu saya menemukan persis sama dengan yang pernah terpublikasi di acara Reuni UGM pada tahun 2022. Ijazah itu tertayang di YouTube," ujarnya.
Dian menjelaskan, foto ijazah tersebut pertama kali diperolehnya dari akun X bernama @hyperpoison yang mengunggah gambar itu melalui kolom komentar di utas miliknya.
Dian mengaku mengunduh gambar tersebut sekitar 10–15 detik setelah melihat komentar dari akun @hyperpoison di utas miliknya yang membahas perjalanan kuliah Jokowi.
Dian mengunggah kembali gambar tersebut melalui akun X pribadinya, @diansandiu, pada 1 April 2025 tanpa melakukan penyuntingan.
“Saya men-download dan memposting sesuai dengan yang dikirim lewat komentar aslinya dari akun @hyperpoison,” kata Dian.
Dalam unggahan foto ijazah Jokowi itu, Dian juga menyertakan keterangan yang ditujukan kepada warganet yang memperdebatkan isu ijazah Jokowi.
“Buat yang ributin fotokopi ijazah Pak Jokowi yang saya upload pada utas, biar kalian tenang lebarannya ini saya upload yang asli,” tulis Dian dalam unggahan akun X miliknya.
Jejak komentar akun Hyperpoison kini sudah tidak ditemukan dalam utasnya. Dian mengatakan sempat mencoba menghubungi akun itu, tetapi tidak mendapat balasan.
Ketika jaksa menanyakan apakah dirinya pernah melihat langsung ijazah fisik Jokowi, Dian menjawab singkat. "Saya belum pernah melihat," ujarnya.
Dian juga mengatakan pernah menemui Jokowi di Solo, Jawa Tengah, untuk meminta maaf karena telah mengunggah foto ijazah tersebut.
Ia menyebut Jokowi memaafkannya dan menyampaikan bahwa dokumen yang diunggah itu memang ijazahnya. “Ya memang itu ijazah saya,” kata Dian, mengingat perkataan Jokowi saat pertemuan tersebut.
Sejauh ini, dari semua saksi yang dihadirkan jaksa, belum satu pun yang pernah melihat ijazah Jokowi secara langsung.
"Ternyata semua tidak pernak melihat ijazah Jokowi," tulis mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu di X menanggapi kesaksian Dian Sandi sebagaimana dipantau Keidenesia.tv.