
UPdates—Operasi SAR pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, resmi ditutup, Jumat, 23 Januari 2026, malam tadi.
Keputusan ini diambil setelah rapat evaluasi operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar yang melibatkan seluruh pihak yang terlibat.
"Saya selaku Kepala Badan SAR Nasional sekaligus SAR Coordinator menyatakan operasi pencarian dan evakuasi kecelakaan pesawat secara resmi saya nyatakan selesai," kata Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii di Maros sebagaimana dilansir Keidenesia.tv pada Sabtu, 24 Januari 2026.
You might be interested :
Kotak Hitam Pesawat ATR 42-500 Ditemukan, Segera Diperiksa KNKT
Kendati secara resmi sudah ditutup, Syafii menegaskan bahwa operasi kesiapsiagaan masih akan terus berlanjut di bawah Basarnas Makassar. Kesiapsiagaan ini khususnya untuk menanggapi laporan masyarakat jika ada temuan body pack di lokasi kejadian.
Bagian tubuh yang ditemukan masyarakat dan dievakuasi nantinya akan diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan untuk proses identifikasi.
"Tidak ada jenjang waktu, pokoknya Basarnas akan siap siaga tanpa ruang dan waktu," tegasnya.
Syafii juga berharap semua identitas korban dapat segera diketahui dan jenazah bisa dikembalikan kepada keluarga untuk disemayamkan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dr. Pung Nugroho Saksono, A.Pi, MM, menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim SAR Gabungan.
“Direktur Jenderal PSDKP beserta segenap keluarga besar Ditjen PSDKP Kementerian Kelautan dan Perikanan mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh Tim SAR Gabungan yang telah berjuang tanpa lelah dalam proses pencarian hingga evakuasi korban insiden pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Sulawesi Selatan,” demikian unggahan Ditjen PSDKP sebagaimana dipantau Keidenesia.tv.
“Perjuangan yang tulus dan luar biasa ini telah berhasil membawa pulang 10 rekan kami kembali ke pelukan keluarga. Semoga setiap langkah kaki dan tetes keringat di medan evakuasi menjadi amal kebaikan yang tak terputus,” lanjut unggahan itu.
Dalam video ucapan terima kasihnya, Pung Nugroho Saksono menyatakan bangga dengan upaya luar biasa tim SAR Gabungan.
"Kami bangga dengan keberanian dan keberhasilan yang telah dilakukan oleh para pejuang dan relawan. Semoga segala upaya dan pengabdian yang telah diberikan menjadi amal kebaikannya,” ujarnya.
Ia juga menyebut para korban tragedi ini merupakan syuhada dan patriot bangsa karena gugur dalam menjalankan tugas negara. Selain itu, ia mendoakan keluarga para korban bisa tabah.