Achmad Ru'yat (Foto: DPR RI)

Pecat Dokter Spesialis, DPR: Menkes Harus Perbaiki Komunikasi!

22 February 2026
Font +
Font -

UPdates—Anggota Komisi IX DPR RI, Achmad Ru'yat, menyoroti polemik pemberhentian dokter spesialis jantung anak, dr. Piprim Basarah Yanuarso.

You may also like : menkes budiPrabowo Ingin Perbanyak Dokter, Menkes Malah Pecat “Gurunya Dokter”, Diamuk Pasien dan Netizen di Medsos

Ia menekankan bahwa Indonesia masih sangat membutuhkan tenaga medis, khususnya dokter dengan kompetensi subspesialis yang langka.

You might be interested : obon tabroni dprAnggota DPR Minta Korban Begal Tercover BPJS Kesehatan

“Yang pertama bahwa Indonesia sangat membutuhkan tenaga medis. Tentu pemerintah melalui Kementerian Kesehatan seharusnya melakukan komunikasi yang egaliter, yang equal, melakukan proses pembinaan sehingga jangan sampai terjadi pemecatan,” ujar Ru’yat sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari website DPR RI, Minggu, 22 Februari 2026.

Pemberhentian dr. Piprim sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) oleh Kementerian Kesehatan menyedot atensi luar biasa publik sepekan terakhir.

Pihak Kementerian Kesehatan menyatakan pemberhentian tersebut dilakukan karena yang bersangkutan dinilai melakukan pelanggaran disiplin berat berupa ketidakhadiran tanpa keterangan dalam jangka waktu tertentu pascamutasi penugasan.

Namun, dr. Piprim sebelumnya menyampaikan bahwa mutasi tersebut tidak sesuai prosedur dan berkaitan dengan sikap kritisnya terhadap sejumlah kebijakan.

Ru’yat mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dan Wakil Menteri Kesehatan guna mendorong perbaikan pola komunikasi.

“Saya sudah komunikasi langsung dengan Pak Menteri dan Pak Wamen untuk istilahnya memperbaiki pola komunikasi sehingga tidak ada kegaduhan secara sosial,” bebernya.

Politisi Fraksi PKS ini menambahkan, meskipun secara aturan Kementerian Kesehatan maupun pihak rumah sakit memiliki argumentasi masing-masing, keputusan pemecatan terhadap dokter spesialis jantung anak yang masih berada pada usia produktif perlu dipertimbangkan secara matang.

“Pola perencanaan karier merit system aparatur sipil negara ini sangat panjang, perjuangan dari bawah dengan bekerja keras, kemudian serta-merta di usia yang sangat produktif dipecat. Jadi Indonesia kehilangan dokter spesialis jantung anak,” tegasnya.

Komisi IX DPR RI, lanjut Ru’yat, mendorong agar penyelesaian persoalan dilakukan melalui pembinaan dan dialog yang konstruktif. Hal tersebut dinilai penting untuk menjaga kondusivitas sosial sekaligus memastikan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat tetap terpenuhi.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

capture

Benjamin Franklin

"Perang tidak dibayar di masa perang, tagihannya datang kemudian."
Load More >