Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam. (Foto: Farhan/Karisma/DPR RI)

Pemadaman Listrik Bergilir di Sejumlah Daerah, Mufti Anam Desak Pemerintah dan PLN Transparan

19 June 2026
Font +
Font -

UPdates—Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam meminta pemerintah dan PT PLN (Persero) memberikan penjelasan yang transparan kepada masyarakat terkait pemadaman listrik bergilir yang belakangan terjadi di sejumlah daerah.

You may also like : rivqy abdul halimBanyak Keluhan, DPR Khawatir Akuisisi Tiktok Shop-Tokopedia Matikan UMKM di Indonesia

Politikus PDIP itu menegaskan, kejelasan informasi diperlukan untuk mengurangi keresahan masyarakat yang terdampak gangguan pasokan listrik tersebut.

You might be interested : sri lanka gettySatu Negara Mati Lampu, Pemerintah Salahkan Monyet

“Pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah daerah makin lama semakin sering terjadi dan sangat membebani masyarakat,” ujar Mufti dalam keterangannya, Jumat, 19 Juni 2026 sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari website DPR RI.

Pemadaman listrik bergilir terjadi di sejumlah wilayah sejak awal Juni 2026. PLN menyebut gangguan pembangkit dan pemeliharaan sistem sebagai penyebab berkurangnya kapasitas pasokan listrik sehingga perlu dilakukan manajemen beban di beberapa daerah.

Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengakui sempat terjadi kendala pasokan batu bara kalori menengah yang dibutuhkan sejumlah pembangkit listrik.

Mufti menilai pemerintah dan PLN perlu menyampaikan informasi yang utuh kepada publik agar tidak memunculkan spekulasi maupun kekhawatiran yang berlebihan di tengah masyarakat.

“Pemerintah dan PLN harus memberikan penjelasan secara transparan dan komprehensif mengenai insiden pemadaman listrik bergilir ini,” tegasnya.

Ia juga menyoroti dampak pemadaman listrik yang dirasakan masyarakat, mulai dari terganggunya aktivitas rumah tangga, pendidikan, hingga kegiatan ekonomi.

Menurutnya, pemadaman yang terjadi dalam durasi panjang berpotensi menimbulkan kerugian bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan UMKM yang bergantung pada pasokan listrik.

“Pemadaman listrik yang berlangsung lama dan berulang tentu menimbulkan kerugian, baik secara materiil maupun nonmateriil bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Mufti menilai pelayanan kelistrikan harus menjadi perhatian serius pemerintah dan PLN mengingat listrik merupakan kebutuhan dasar yang menopang berbagai aktivitas masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan sektor ketenagalistrikan tidak hanya diukur dari capaian bisnis perusahaan, tetapi juga dari kualitas layanan yang dirasakan masyarakat.

“Transformasi BUMN harus mampu menghadirkan layanan yang andal bagi masyarakat. Dalam sektor ketenagalistrikan, ukuran yang paling mudah dilihat publik adalah apakah listrik tersedia secara stabil ketika dibutuhkan,” katanya.

Makanya, Mufti meminta pemerintah dan PLN segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut serta memastikan kejadian serupa tidak terus berulang di masa mendatang.

“Masyarakat membutuhkan kepastian dan solusi nyata agar pemadaman listrik bergilir tidak terus terjadi,” pungkasnya.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

capture

Hiram Johnson

“Korban pertama ketika perang datang adalah kebenaran”
Load More >