
UPdates—Upaya mengagung-agungkan terpidana penjahat perang Serbia-Bosnia, Ratko Mladic saat pemakamannya memicu amarah dunia internasional.
You may also like :
Taruh Kepala Babi di Masjid-Masjid Prancis, 11 Suruhan Intelijen Asing Ditangkap di Serbia
Ratko Mladic Mladic, yang dikenal luas sebagai "Penjagal Bosnia," divonis bersalah oleh pengadilan PBB di Den Haag atas perannya dalam kekejaman yang terjadi selama Perang Bosnia tahun 1992-1995, termasuk genosida Srebrenica tahun 1995.
You might be interested :
Kanada 1-1 Bosnia, Jesse Marsch Kecewa, Sergej Barbarez Puas
Ia meninggal dunia pada 27 Agustus 2026 lalu saat menjalani hukuman seumur hidup di Den Haag. Jenazahnya kemudian diterbangkan ke Beograd dan disambut dengan penghormatan militer sebelum dimakamkan pada hari Senin waktu setempat.
Ribuan orang menghadiri pemakaman tersebut, termasuk para pejabat Serbia, yang memicu kecaman dari pengamat internasional.
Kontroversi ini juga telah merenggangkan hubungan Serbia dengan Uni Eropa.
Komisaris Perluasan UE, Marta Kos, membatalkan rencana kunjungannya ke Serbia, dengan alasan bahwa pengagungan terhadap Mladic tidak sejalan dengan nilai-nilai yang mendasari proses aksesi negara tersebut ke Uni Eropa.
Turki juga mengecam keras pemanfaatan pemakaman Ratko Mladic untuk mengagungkan terpidana penjahat perang itu seraya menegaskan bahwa segala bentuk penyangkalan terhadap kejahatan yang telah terbukti dilakukannya adalah hal yang tidak dapat diterima.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa, Kementerian Luar Negeri Turki menyatakan bahwa Mladic telah divonis bersalah secara sah oleh pengadilan internasional atas tuduhan genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan kejahatan perang.
Kementerian tersebut juga memperingatkan bahwa penolakan terhadap putusan pengadilan itu atau pengagungan terhadap pelakunya hanya akan memperdalam penderitaan para korban dan keluarga mereka.
Kementerian tersebut menyatakan bahwa upaya untuk menghormati Mladic merusak kerja keras bertahun-tahun yang bertujuan mencapai perdamaian dan rekonsiliasi di seluruh wilayah Balkan.
"Yang dibutuhkan Balkan adalah pembangunan masa depan yang damai, sejahtera, dan bersama, yang didasarkan pada pelajaran penting dari masa lalu," ujar kementerian tersebut sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari TRT World, Selasa, 8 September 2026.