
UPdates—Pemerintah ingin masalah keracunan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) segera diselesaikan.
You may also like :
Update Keracunan MBG di Makale Tana Toraja: Korban 160 Orang, 81 Masih Dirawat
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meminta pelaksanaan program MBG dibenahi dalam dua bulan ke depan.
You might be interested :
September Kelabu MBG, 2.320 Siswa dan Guru Diduga Keracunan dalam 3 Hari
“MBG, kami kasih waktulah dua bulan ya, kami akan selesaikan. Karena begini, dapur bagus, semua bagus, tapi budaya. Budaya ya,” kata Zulkifli sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari keterangannya kepada awak media di Bandar Lampung, Sabtu, 5 September 2026.
Zulhas, sapaan Zulkifli mengatakan, salah satu yang menjadi perhatian adalah kedisiplinan dalam proses distribusi makanan.
Menurutnya, persoalan dalam pelaksanaan MBG tidak selalu berkaitan dengan kondisi dapur. Kelalaian setelah makanan selesai dimasak juga bisa memicu masalah, termasuk risiko keracunan.
Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) itu menegaskan, makanan yang sudah selesai dimasak seharusnya segera dikirim kepada penerima.
Alasannya, apabila terjadi keterlambatan hingga beberapa jam, makanan tersebut berisiko tidak lagi aman dikonsumsi.
“Misalnya masak, harusnya dikirim jam 6. Mungkin bangunnya kesiangan, dikirimnya jam 11. Itu menimbul keracunan,” ujarnya.
Bagi Zulhas, persoalan tersebut merupakan kesalahan manusia yang harus ditangani secara tegas. Makanya, tidak boleh ada toleransi bagi pihak yang lalai menjalankan prosedur MBG.
“Itu kan murni kesalahan manusia, bisa juga kelalaian atau sengaja. Saya minta dikenai tindak tegas. Tidak boleh ada toleransi,” tegasnya.
Pemerintah juga menemukan persoalan dalam proses distribusi makanan. Termasuk penempatan makanan yang tidak dilakukan sesuai ketentuan.
“Ada juga misalnya distribusi menaruhnya sembarangan. Ini kan menyangkut banyak kebiasaan kita, karena ini kan menyangkut 60 juta orang. Ini yang kami lagi tertibkan,” ujarnya.
Kondisi dapur MBG yang telah diperiksa kata dia sebenarnya sudah baik. Akan tetapi, persoalan muncul ketika makanan yang sudah selesai dimasak tidak segera dikirim.
“Sudah dicek, dapurnya bagus. Tapi tadi sudah selesai masak, harus dikirim, tidak dikirim,” ujarnya.
Makanya, Zulhas meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti lalai agar segera diganti.
Pihak lain yang terlibat dan terbukti tidak disiplin menurut dia juga harus diberi sanksi. “Ganti. SPPG-nya, siapa aja yang terlibat, ganti,” tandasnya.