
UPdates - Sebanyak 3.135 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) telah menerima kendaraan operasional berupa mobil impor dari India.
You may also like :
Minta Retail Modern Setop Bangun di Desa Demi Kopdes Merah Putih, Menkop dan Mendes Dikecam
Distribusi ini dilakukan sebagai bagian dari percepatan operasional koperasi yang telah siap sepenuhnya.
Dilansir Keidenesia.TV dari Infopublik.id, Selasa, 31 Maret 2026, Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono, menyampaikan bahwa setiap Kopdes Merah Putih mendapatkan dua unit kendaraan, yakni satu pikap dan satu truk.
Dengan demikian, sekitar 6.000 unit kendaraan dari total rencana impor telah masuk ke Indonesia.
“Kemarin sudah disalurkan ke Koperasi-koperasi Merah Putih dan rasanya sudah cukup memadai dan bisa digunakan,” ujar Ferry di Jakarta, Senin, 30 Maret 2026.
Menkop Ferry Juliantono menjelaskan, pengadaan kendaraan impor dari India tetap dilanjutkan meskipun sempat menuai polemik.
Pengiriman dilakukan secara bertahap, mengikuti kesiapan masing-masing koperasi di daerah.
“Ini 105 ribu totalnya, tapi ini kan secara bertahap sesuai dengan begitu ada Koperasi Desa Merah Putihnya rampung, bangunan fisik, gudang, grade dan alat kelengkapannya (selesai), langsung dilengkapi dengan sarana truk dan pikap,” jelas Ferry.
Ferry menegaskan bahwa rencana impor tersebut tetap berjalan karena telah terikat dalam perjanjian sebelumnya.
Namun, pemerintah tetap berupaya mengutamakan produk dari industri otomotif dalam negeri untuk pemenuhan kebutuhan selanjutnya.
Menurutnya, total kebutuhan kendaraan untuk mendukung target 80 ribu Kopdes Merah Putih mencapai 160 ribu unit, mengingat setiap koperasi akan dilengkapi satu pikap dan satu truk.
“Kita tetap sebenarnya memprioritaskan industri otomotif nasional, tapi sekiranya industri otomotif nasional itu hanya mencukupi tidak semuanya sisanya tetap kita dengan sangat terpaksa mengadakan dari sumber dari negara lain,” pungkasnya.
Program ini diharapkan dapat memperkuat distribusi logistik dan mendukung aktivitas ekonomi koperasi desa secara lebih optimal.