
UPdates—Mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Batujajar, Bandung Barat, bernama Hendrik Irawan yang viral berhari-hari di media sosial karena aksi joget-jogetnya akhirnya meminta maaf.
You may also like :
Power Rangers Turun Tangan Bantu Program MBG
Pemilik tujuh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG itu meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia karena sudah membuat huru-hara di media sosial.
You might be interested :
Badan Gizi Nasional Jadikan India Sebagai Role Model
"Saya memohon maaf kepada para netizen untuk huru-hara yang terjadi di sosial media,” katanya dalam video yang dibagikan di medsos sebagaimana dipantau Keidenesia.tv di X, Rabu, 25 Maret 2026.
"Jadi buat para netizen, bilamana ada kata-kata, tutur kata yang menyakiti netizen di mana pun saya mohon maaf. Apalagi ini di bulan, masih suasana lebaran,” lanjutnya.
Ia juga meminta maaf ke Presiden Prabowo Subianto. “Dan saya memohon maaf kepada Bapak Presiden, Bapak Prabowo Subianto, mungkin Bapak Presiden merasa risih gitu ya, tentang statemen antara joget-joget dengan program MBG. Di situ kami tidak melecehkan masyarakat,” lanjutnya.
Mitra MBG itu juga menjelaskan soal insentif yang ia dapatkan dan menegaskan bahwa itu bukan diambil dari jatah anak-anak.
"Itu diambil dari Bapak Presiden yang sudah diberikan kepada kami, karena kami membangun dapur itu, apalagi dapur yang pertama ini luas banget ya, hampir 1.000 meter. Kami bangun pakai uang kami sendiri. Saya bangun SPPG dari tanah kosong. Tidak serta merta memakai uang pemerintah,” jelasnya.
Dalam video permohonan maafnya, ia juga menyayangkan netizen hanya mengeritik dirinya. “SPPG mendapatkan semua, bukan hanya saya. Tapi kenapa netizen sekarang sampai menyerang saya. Tapi bagi saya tidak masalah. Saya juga tidak mengenal netizen. Namun, saya minta maaf di sini, karena sudah membuat huru hara,” tandasnya.
Salah satu alasan pria ini berjoget kegirangan karena mengaku mendapat insentif sebesar Rp6 juta per hari dari pemerintah.
Dalam video, pria itu tampak berjoget diiringi musik dalam sebuah ruangan dengan logo BGN. Kemudian ada video lain menayangkan pria itu berjoget di sebuah dapur tanpa dilengkapi APD.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang menyayangkan aksi pria tersebut dan mengaku kecewa. "Yang jelas kami sangat menyayangkan dan kecewa dengan sikap mitra yang demikian," ujarnya kepada awak media dilansir Rabu, 25 Maret 2026.
Ditegaskan Nanik, BGN telah memantau SPPG milik pria itu. Bahkan, setelah dicek BGN, SPPG miliknya sudah dibekukan sementara (suspend) lantaran tidak sesuai petunjuk teknis (juknis).
Nanik mengaku telah menugaskan Direktur Pemantauan dan Pengawasan BGN menemui pria tersebut dan memberikan teguran keras.
Dari tujuh SPPG miliknya, Nanik mengatakan enam di antaranya masih belum beroperasi. BGN kata Nanik akan mengawasi ketat selama proses pendirian hingga pelaksanaannya.
"Jadi saya ingat katanya sih, dia dapat tujuh dapur ya, tujuh titik. Tapi yang running baru satu yang udah mulai. Yang lainnya belum, belum running (beroperasi)," ungkap Nanik pada Selasa.
Aksi Hendrik Irawan mendapat perhatian besar karena dianggap angkuh. Ia sempat melaporkan dua orang pengecamnya ke polisi. Namun, bukannya mereda, kritik dan caci maki terhadapnya malah semakin menjadi-jadi.
Kelakuannya pun dinilai merusak citra MBG di tengah derasnya kritik publik terhadap program yang menghabiskan anggaran ratusan triliun ini.