
UPdates—Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai menyampaikan keprihatinan mendalam atas tewasnya pendeta Gereja Kristen Injili (GKI), Elianus Egimbau (20 tahun) dalam insiden penembakan di Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah.
You may also like :
Pemerintah Ingin Tentukan Sendiri Siapa yang Termasuk Aktivis HAM, Marinus Gea: Ini Cacat Logika
Dalam keterangannya di Jakarta, Menteri HAM meminta Panglima TNI dan Kapolri untuk memastikan seluruh personel di lapangan bertugas secara profesional, mengevaluasi deployment militer di Papua, serta mengendalikan anggota demi mengutamakan keselamatan warga sipil tak berdosa.
You might be interested :
Pemerintah Ingin Tentukan Sendiri Siapa yang Termasuk Aktivis HAM, Marinus Gea: Ini Cacat Logika
“Penghormatan terhadap hak asasi manusia adalah kunci untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap negara dan meminimalkan jatuhnya korban sipil,” kata Menteri HAM, Natalius Pigai dalam keterangan yang diunggah Kementerian HAM di Instagram sebagaimana dilansir Keidenesia.tv, Kamis, 2 Juli 2026.
Pigai juga menyoroti laporan langsung dari Bupati Intan Jaya terkait penemuan jenazah korban penembakan dengan kondisi yang memprihatinkan.
Menurutnya, kondisi emosional para pemimpin daerah di Papua akhir-akhir ini menjadi sinyal kuat perlunya pendekatan keamanan yang lebih humanis dan transparan guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.
Ditegaskan Kementerian HAM, perlindungan terhadap hak hidup warga negara adalah amanat konstitusi yang tidak boleh ditawar.
Kementerian HAM berkomitmen penuh untuk terus memantau perkembangan situasi, berkoordinasi dengan instansi terkait, dan mendorong proses hukum yang transparan atas setiap dugaan pelanggaran HAM di Papua.
“Mari bersama-sama bersinergi demi mewujudkan Papua yang aman, damai, dan berkeadilan,” demikian pernyataan Kementerian HAM.