
UPdates—Militer Israel dilaporkan membunuh Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Alireza Tangsiri.
You may also like :
Penikaman Massal di Dekat Gedung DPR Amerika, 6 Orang Terluka
Alireza Tangsiri adalah orang di balik penutupan Selat Hormuz yang membuat Presiden AS, Donald Trump sangat gusar karena mengganggu pengiriman minyak dan gas dari Timur Tengah.
You might be interested :
Belgia Kompori Uni Eropa Berani Melawan Trump
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Al Arabiya, media Israel, Times of Israel pada hari Kamis, 26 Maret 2026 melaporkan, seorang pejabat Israel mengatakan bahwa Tangsiri tewas dalam serangan di Bandar Abbas.
Belum ada komentar resmi dari Iran atau dari militer Israel mengenai serangan yang dilaporkan tersebut.
Jika kematiannya dikonfirmasi, itu akan menjadi serangan terbaru yang menargetkan pejabat senior Iran dalam perang yang sedang berlangsung.
Pada hari pertama serangan 28 Februari lalu, AS dan Israel menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Pada 17 Maret, politisi senior dan kepala keamanan Iran, Ali Larijani, tewas dalam serangan Israel di pinggiran Teheran. Pemboman itu dilaporkan juga menewaskan anggota keluarganya.
Beberapa hari kemudian, Ali Mohammad Naini, juru bicara Garda Revolusi, tewas dalam serangan gabungan AS-Israel.
Kematiannya terjadi beberapa jam setelah ia muncul di televisi nasional dan menegaskan bahwa Iran tetap mempertahankan kemampuan produksi rudal penuh meskipun berada di bawah tekanan perang.
Siapa Alireza Tangsiri?
Lahir di Provinsi Bushehr di Iran selatan, Alireza Tangsiri meniti karier di Angkatan Laut IRGC setelah bertugas selama Perang Iran-Irak dan yang disebut Perang Tanker, konflik pertama Amerika Serikat dengan Iran selama tahun 1980-an.
Tangsiri kemudian memimpin Distrik Angkatan Laut ke-1 IRGC di Bandar Abbas dan menjabat sebagai wakil komandan dari tahun 2010 hingga 2018, sebelum mengambil alih sebagai kepala pasukan.